Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Wagub Jajaki Kereta Cepat Hadir di Kaltim

Beraupost • Senin, 24 Maret 2025 | 11:35 WIB
CENDERA MATA : Wakil Gubernur Seno Aji menyerahkan cendera mata kerajinan khas Dayak, berupa anjat mini kepada Wakil Gubernur Anhui Sun Yong. (ARIEF/ADPIMPROV KALTIM )
CENDERA MATA : Wakil Gubernur Seno Aji menyerahkan cendera mata kerajinan khas Dayak, berupa anjat mini kepada Wakil Gubernur Anhui Sun Yong. (ARIEF/ADPIMPROV KALTIM )

SAMARINDA – Di Indonesia, kereta berkecepatan tinggi saat ini hanya ada di jalur Jakarta - Bandung. Namanya WHOOSH.

WHOOSH adalah akronim dari Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat. Sebutan itu juga ungkapan untuk menyatakan kecepatan yang sangat tinggi.

Kereta dengan kecepatan maksimum 350 km/jam itu dibangun melalui kerja sama Indonesia-China. Jarak jalurnya 142 km ditempuh hanya dalam waktu  47 menit. 

Pertanyaan soal kereta ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Seno Aji saat menerima kunjungan Wakil Gubernur Provinsi Anhui, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Sun Yong di Ruang Rapat Tepian II Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (21/3).

"Saat ini kami belum memiliki transportasi kereta api. Jadi apabila ada kerja sama investasi di bidang kereta api ini, kami akan sangat menghargai, karena kami akan memiliki moda transportasi baru," kata Wagub Seno Aji.

Mengapa pertanyaan ini diajukan, sebab kata Wagub, harus diakui Tiongkok atau China memiliki teknologi tinggi dalam hal perkeretaapian ini.

"Kita kan melihat teknologi China bagus. Kita harus akui. Kita sudah punya WHOOSH di Jakarta-Bandung," sebut Wagub.

"Makanya saya tanyakan tadi, apakah Anhui juga punya potensi ke teknologi dan investasi kereta api seperti itu," sambungnya.

Dalam prosesnya nanti kata Wagub, harus ada pihak ketiga atau investor yang membangun. Jadi tida  menggunakan APBD Kaltim, kemungkinan kerja sama ini saat ini sedang dijajaki.

"Mungkin bisa kita jajaki untuk Samarinda, Balikpapan, dan IKN (Ibu Kota Nusantara)," ucap Wagub.

Pihak Anhui mengaku baru mendengar usulan ini. Mereka akan segera berdiskusi dengan jaringan-jaringan pengusaha di Tiongkok.

"Kabar baiknya, mereka akan memberikan informasi (soal kereta api cepat) dalam waktu dua tiga minggu ke depan," ungkap Wagub.

Lebih jauh diterangkan, Kalimantan Timur merupakan gerbang IKN. Presiden Prabowo akan segera berkantor di sana.

Sebab itu, Kaltim harus melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi, transportasi dan infrastruktur. Hal ini penting agar Kaltim bisa ikut berkontribusi dalam pemindahan ibu kota baru Indonesia itu.

Diungkapkan juga, ada beberapa negara yang tertarik untuk berinvestasi di bidang perkeretaapian ini. Yakni Korea dan Brunei Darussalam.

"Brunei Darussalam sudah lama ingin membuat link kereta api dari Brunei, Kaltara, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kalbar dan ke Kuching Sarawak dan tersambung kembali ke Brunei," terang Wagub.

Selain sebagai angkutan penumpang, ketersediaan transportasi kereta api ini di masa depan juga akan sangat membantu angkutan batu bara, sawit dan hasil perkebunan lainnya dari kawasan-kawasan hulu. (sul/ky/adv/arp)

 

Editor : Nurismi
#kereta cepat #WHOOSH