Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Inovasi Gila di Berau: Padi dan Sawit Bisa Tumbuh Bersama, Hasilnya Luar Biasa

Beraupost • Sabtu, 1 Februari 2025 | 11:05 WIB
Kepala DTPHP Berau, Junaidi
Kepala DTPHP Berau, Junaidi

TANJUNG REDEB – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau telah menunjuk lima kelompok tani untuk mengelola program tumpang sari antara padi gogo dan perkebunan kelapa sawit di beberapa kecamatan.

Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Kepala DTPHP Berau, Junaidi menyebut, kelompok tani yang terlibat berada di Kecamatan Teluk Bayur, Gunung Tabur, Kelay, dan Sambaliung.

Dalam program ini, padi gogo akan ditanam di antara pohon sawit yang berusia kurang dari 2 tahun, yang masih rendah dan belum menghasilkan.

Sebab, lahan perkebunan sawit yang berusia lebih dari 3 tahun sudah mulai dipanen, sehingga tidak dapat digunakan untuk tumpang sari.

“Para kelompok tani nantinya akan diarahkan seperti itu, mereka juga tentunya sudah paham,” terangnya.

Selain itu, ada juga pemanfaatan lahan bekas bibit sawit yang biasanya membutuhkan sekitar 10 hektare. Setelah bibit sawit dipindahkan, lahan tersebut akan kosong dan dapat digunakan untuk menanam padi gogo.

Lahan yang digunakan untuk tumpang sari ini berasal dari perusahaan perkebunan sawit maupun lahan pribadi.

“Pemerintah nantinya akan memberikan benih padi gogo melalui Kementerian Pertanian (Kementan),” katanya.

Meski begitu, ia mengakui belum tahu skema penanaman padi gogo tersebut. Sebab, saat ini pihaknya memastikan data yang diminta pemerintah pusat dipenuhi semua.

Adapun untuk usulan lahan berasal dari Dinas Perkebunan (Disbun), sementara Surat Keputusan (SK) untuk kelompok tani disiapkan DTPHP. Kemudian diserahkan kepada Pemprov Kaltim untuk diteruskan ke Kementerian Pertanian.

“Selain bantuan benih padi gogo, Kementan juga infonya akan memberikan bantuan pestisida untuk program tumpang sari ini,” bebernya.

Selain itu, program tumpang sari tidak hanya terbatas pada perkebunan sawit saja. Ada juga yang memanfaatkan perhutanan sosial yang ada di Berau untuk menanam padi gogo.

Sebanyak empat kelompok tani yang berada di Kecamatan Kelay dan Gunung Tabur akan memanfaatkan kawasan budidaya kehutanan (KBK) untuk kegiatan ini.

“Karena sudah ada keputusan Menteri Perhutanan yang memperbolehkan penanaman padi gogo di kawasan KBK, dan memberikan peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan itu,” jelasnya.

Diharapkan, tumpang sari ini dapat mengoptimalkan lahan, guna meningkatkan produktivitas pertanian di Bumi Batiwakkal. Hingga akhirnya memberikan dampak positif bagi sektor pertanian lokal maupun ketahanan pangan di Berau. (*/aja/arp)

 

 

 

Editor : Nurismi
#berau #Petani Berau #kaltim #padi