Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Target Serap 10 Persen: Bulog Berau Perkuat Kemitraan dengan Petani

Beraupost • Selasa, 28 Januari 2025 | 09:25 WIB
BELUM DISERAP: Gabah petani di Berau saat ini belum dapat diserap oleh Perum Bulog Berau, lantaran kapasitas gudang yang terbatas. (IZZA/BP)
BELUM DISERAP: Gabah petani di Berau saat ini belum dapat diserap oleh Perum Bulog Berau, lantaran kapasitas gudang yang terbatas. (IZZA/BP)

TANJUNG REDEB – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Berau berencana bakal kembali menyerap beras lokal tahun ini. Pnyerapan dilakukan minimal 10 persen dari total hasil panen padi lokal yang diproduksi tahun ini.

Kepala Perum Bulog Berau, Lucky Ali Akbar mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kampung sentra padi yakni Kampung Buyung-Buyung, yang merupakan sentra padi terbesar di Berau, untuk menyerap beras lokal pada tahun 2025.

Meskipun saat ini masih berada di musim tanam, diperkirakan musim panen akan terjadi pada Maret atau April nanti

“Kami sudah berkoordinasi dengan kampung sentra padi untuk menyerap beras lokal tahun ini, tapi saat ini masih musim tanam, dan panen kemungkinan baru akan dilakukan pada Maret atau April mendatang,” ujarnya.

Pada akhir tahun 2024 lalu, upaya untuk menyerap beras lokal belum dapat terlaksana karena masa panen sudah lewat.

Bulog Berau juga mempersiapkan formulasi untuk tahun 2025 agar dapat mengakomodir potensi padi lokal dengan lebih baik.

“Kami sudah mencari formulasi yang tepat untuk menyerap padi lokal pada tahun ini,” ucapnya.

Salah satu tantangan dalam penyerapan beras lokal, dijelaskannya luas lahan terbatas dan frekuensi panen yang hanya dua kali setahun yang mempengaruhi ketersediaan beras.

Meskipun saat ini hanya Buyung-Buyung yang siap bekerja sama, tidak menutup kemungkinan untuk melibatkan kampung lainnya.

Sebagai bagian dari komitmennya, Bulog Berau juga membuka kesempatan bagi petani di Berau untuk bekerja sama dalam penyerapan beras lokal.

“Kami sangat terbuka bagi petani yang ingin bekerja sama dengan Bulog Berau. Petani bisa langsung datang ke kantor untuk koordinasi. Menjadi mitra Bulog tidak dipungut biaya, syaratnya pun mudah,” jelasnya.

Syarat utama bagi perorangan adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), sementara untuk yang berbadan hukum diperlukan Nomor Induk Berusaha (NIB). “Untuk beras yang bisa diterima tentu ada ketentuannya sendiri,” katanya.

Adapun untuk beras premium harus memiliki patahan maksimal 15 persen, sementara untuk beras medium, patahan maksimalnya adalah 25 persen.

Jika melebihi batas tersebut, beras harus melalui proses perlakuan khusus.

“Untuk beras medium, harga yang diterima di gudang Bulog adalah Rp12.000 per kilogram, tergantung pada kadar air dan patahan berasnya,” tuturnya.

Kendati begitu, diakuinya Pemkab Berau mulai mengintervensi masalah patahan beras lokal sebagai upaya untuk mendukung para petani.

Salah satunya dengan menyediakan bantuan alat, seperti dryer dan alat mesin pertanian (alsintan).

“Kami sadar bahwa masalah patahan beras sering dirasakan petani, namun Pemkab sudah mulai serius menangani hal ini dengan memberikan bantuan yang diperlukan,” pungkasnya.(*/aja/arp)

 

Editor : Nurismi
#berau #Perum Bulog Berau #Petani Berau #Berau Post #beras lokal #kaltim