Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Mapulu Berubah: Dari Tertinggal Menuju Mandiri

Beraupost • Kamis, 23 Januari 2025 | 09:05 WIB
NIKMATI LISTRIK: Fasilitas listrik saat ini sudah tersedia di Kampung Malupu yang sebelumnya menjadi kampung tertinggal satu-satunya di Kabupaten Berau. (IZZA/BP)
NIKMATI LISTRIK: Fasilitas listrik saat ini sudah tersedia di Kampung Malupu yang sebelumnya menjadi kampung tertinggal satu-satunya di Kabupaten Berau. (IZZA/BP)

KELAY - Kampung Mapulu telah menikmati kemajuan signifikan dalam hal fasilitas dasar.

34 rumah di Kecamatan Kelay sudah teraliri listrik berkat bantuan dari Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu mengatakan, keberadaan listrik ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Hanya saja, yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah adalah masalah akses air bersih.

Diakuinya, sejak tahun lalu, pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan jaringan pipa untuk distribusi air ke rumah warga telah dimulai oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). 

"Meskipun listrik sudah ada, kami masih perlu memastikan bahwa kebutuhan air bersih juga dapat terpenuhi. Tapi memang masih ada yang perlu diselesaikan oleh DPUPR," ujarnya.

Selain itu, fasilitas dasar lainnya di Kampung Mapulu juga mulai lengkap. Kantor kepala kampung sudah ada dan semua warga telah mendapat rumah layak huni bantuan dari Pemkab Berau.

Rencananya, untuk mendukung pengembangan sosial dan olahraga, ke depan akan dibangun lapangan bola atau lapangan voli yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Namun, upaya pengembangan di Kampung Mapulu tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar saja.

Tenteram menambahkan fokus ke depan mendorong pertumbuhan perekonomian kampung melalui produk unggulan kampung. Di mana produk unggulan Kampung Mapulu merupakan madu hutan.

"Kami akan memacu produk unggulan dari kampung, yang sudah aman dan berkelanjutan, untuk masuk ke dalam e-katalog," katanya. 

Dengan masuknya produk unggulan ini ke e-katalog, diharapkan akan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi masyarakat Mapulu.

Pihaknya juga terus berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan (Disbun) untuk mengembangkan potensi perkebunan di Kampung Mapulu.

Meskipun perkebunan belum dimulai, pihaknya berencana untuk mendorong masyarakat setempat menanam komoditas unggulan seperti karet dan kakao. 

“Selain hasil perkebunan, hilirisasi juga harus diperhatikan. Kami tentu bekerja sama dengan Diskoperindag untuk mendukung pengolahan hasil perkebunan yang bisa memberikan nilai tambah bagi ekonomi warga," ujarnya.

Kampung Mapulu saat ini berstatus sebagai kampung berkembang, setelah sebelumnya menjadi satu-satunya kampung yang berstatus tertinggal di Kabupaten Berau.

Karenanya, DPMK Berau terus mendorong Kampung Mapulu mempertahankan status tersebut sambil berkembang secara bertahap.

"Tidak perlu terburu-buru untuk menaikkan status kampung menjadi kampung maju. Yang penting adalah konsistensi dalam pembangunan dan keberlanjutan dalam berbagai aspek," pesannya.

Dengan berbagai upaya ini, dirinya berharap Kampung Mapulu dapat terus berkembang, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mencapai status kampung yang lebih baik ke depannya.

Di sisi lain DPMK Berau juga memiliki target untuk meningkatkan status kampung secara keseluruhan.

Tahun ini, dua kampung di Berau diharapkan dapat naik status menjadi kampung mandiri. Saat ini, ada 19 kampung di Berau yang berstatus mandiri pada tahun 2024. 

"Untuk mencapai target tersebut, semua kepala kampung harus aktif menggerakkan perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan mengembangkan ketahanan pangan," jelasnya. 

Isu ketahanan pangan yang sedang digencarkan oleh pemerintah pusat menjadi perhatian utama, dan setiap kampung didorong untuk memiliki sistem ketahanan pangan yang mandiri.

Namun, Tenteram menegaskan DPMK Berau tidak bisa bekerja sendiri dalam mengembangkan kampung-kampung di Kabupaten Berau.

Kolaborasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder terkait sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut. 

"Kami perlu memperkuat kolaborasi pentahelix untuk bersama-sama membangun kampung yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera," katanya. (*/aja/arp)

 

Editor : Nurismi
#Kementerian ESDEM #Bantuan listrik gratis Indonesia #pln #Kabupaten Berau