Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Potensi Rotan Long Beliu Digarap Jadi Sentra Kerajinan

Beraupost • Sabtu, 18 Januari 2025 | 13:00 WIB
MENGAYAM: Kelompok ibu-ibu Kampung Long Beliu saat sedang menganyam rotan untuk dijadikan berbagai produk anyaman rotan khusus Kampung Long Beliu. (IZZA/BP)
MENGAYAM: Kelompok ibu-ibu Kampung Long Beliu saat sedang menganyam rotan untuk dijadikan berbagai produk anyaman rotan khusus Kampung Long Beliu. (IZZA/BP)

KELAY – Kampung Long Beliu direncanakan menjadi sentra kerajinan rotan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau. Rencana itu akan dituangkan dalam surat keputusan yang dikeluarkan oleh bupati Berau.

Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Diskoperindag Berau, Rita Noratni menyampaikan, produk kerajinan rotan Long Beliu memiliki potensi yang sangat besar. Sebab, produk yang memiliki nilai jual tinggi tidak terlepas dari pemrosesan, pengemasan, distribusi, dan pemasaran yang tepat

“Saya lihat produk Long Beliu luar biasa. Apalagi bahan baku rotan yang ada di hutan sangat melimpah,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya legalitas dalam pemasaran produk. Jika produk belum siap edar, maka harus dipenuhi legalitas usahanya terlebih dahulu.

Dirinya juga telah berbincang langsung dengan para perajin rotan di Long Beliu dan mereka memang belum memiliki legalitas usaha. “Tentunya dalam pemasaran produk, kita harus penuhi dulu legalitasnya,” jelasnya.

Pihaknya berkomitmen untuk memberikan pendampingan kepada 40 perajin rotan di Long Beliu dalam proses legalisasi usaha mereka. Mulai dari Nomor Induk Berusaha(NIB), Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Lanjutnya, pemasaran produk tidak akan berhasil tanpa legalitas yang jelas. Pemasaran produk tidak akan siap edar jika tidak ada legalitasnya.

“Proses legalitas sangat penting, karena dengan adanya TKDN, produk-produk ini bisa masuk ke e-katalog dan berpeluang lebih besar untuk dipasarkan secara nasional,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga akan membantu para perajin dalam mendaftarkan produk mereka di Sistem Informasi Industri Nasional (Siinas), sistem informasi yang dikelola pusat yang menawarkan berbagai program pelatihan dan bantuan mesin.

“Misalnya, para perajin masih membelah rotan secara manual, dengan terdaftar di Siinas mereka bisa mendapat bantuan mesin pemecah rotan,” jelasnya.

Long Beliu, yang dikenal memiliki potensi rotan yang luar biasa, akan terus didampingi oleh Diskoperindag. Termasuk mendukung perajin Long Beliu dalam memasarkan produk mereka melalui berbagai event, baik yang berskala nasional maupun internasional, seperti Inacraft dan Kriyanusa.

“Kami akan berkolaborasi dengan perajin Long Beliu dan insyaAllah, produk mereka akan kami ikutsertakan. Bahkan, perajinnya bisa ikut memperkenalkan produk kerajinan asli Long Beliu ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

“Kami tidak akan berdiam diri, kami akan mendukung dan memberikan pendampingan karena masih banyak yang perlu dipersiapkan, terutama dalam hal legalitas,” lanjut Rita.

Disadarinya, pengembangan rotan di Long Beliu baru tahap awal, tetapi dirinya yakin sangat berpotensi untuk berkembang. Sehingga akan terus dipantau dan didampingi agar Long Beliu bisa benar-benar menjadi kampung sentra rotan.

Rita juga mengapresiasi kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk OPD lain, pihak ketiga, dan NGO, untuk mewujudkan potensi besar yang dimiliki Long Beliu. “Kami sangat apresiasi upaya yang sudah dilakukan, dan kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk memajukan sektor kerajinan rotan di Long Beliu,” tutupnya.

Kepala Kampung Long Beliu, John Patrik Ajang sangat menyambut baik rencana Diskoperindag Berau menjadikan kampungnya sebagai sentra kerajinan rotan. Langkah ini akan mendorong perekonomian kampung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini peluang besar untuk kami terus termotivasi dan mengembangkan produk rotan yang sudah ada secara turun temurun,” ujarnya.

Dirinya juga mengharapkan pendampingan yang diberikan Diskoperindag, termasuk dalam hal pelatihan dan bantuan peralatan untuk meningkatkan produksi. “Kami berharap bantuan ini akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk rotan kami,” pungkasnya.(*/aja/arp)

 

Editor : Nurismi