Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

DKP PPU Terima Penghargaan Peningkatan Skor PPH Konsumsi 2024

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Sabtu, 30 November 2024 | 21:48 WIB

 

Kepala DKP PPU, Mulyono.
Kepala DKP PPU, Mulyono.

PENAJAM – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menerima sertifikat penghargaan atas pencapaian Penghargaan Peningkatan Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Konsumsi tahun 2024. Skor PPH merupakan indikator untuk mengukur kualitas konsumsi pangan masyarakat. Semakin tinggi skor PPH, maka konsumsi pangan semakin beragam dan bergizi seimbang.

Penghargaan ini diserahkan oleh Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). Kepala DKP PPU Mulyono mengatakan, tahun lalu skor PPH Kabupaten hanya sekitar 88 persen. Terjadi peningkatan menjadi 90,02 pada tahun 2024.

“Jadi tahun lalu banyak yang belum memenuhi target. Tapi di PPU yang belum mencapai target itu rata-rata konsumsi sayur. Sementara itu PPU adalah tempatnya memproduksi sayur,” ujar Mulyono, didampingi Analis Ketahanan Pangan, DKP PPU, Saiful Anam.

Ia menerangkan, telah membahas hal ini dengan Pemprov Kaltim, terkait permasalahan seperti apa yang dihadapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU, sehingga masyarakatnya masih minim mengonsumsi sayur. “Kita sampaikan bahwa PPU sumbernya sayur-sayuran. Tapi kenapa bisa sampai seperti itu,” katanya.

Sehingga pihaknya mendapat arahan terkait solusi yang paling tepat, yakni memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi sayur-sayuran, agar masyarakat Benuo Taka dapat meningkatkan kualitas hidup yang lebih sehat. “Apalagi kita punya slogan, makan kenyang tidak hanya makan nasi. Di samping itu ada slogan Isi Piringku, maksudnya dalam satu piring itu isinya tidak hanya nasi,” ungkapnya.

Ia menyebut slogan tersebut mengacu pada program B2SA atau singkatan dari Beragam, Bergizi, Sehat dan Aman. “Jadi ada nasi, ada lauk, ada pauk. Jadi mau tidak mau kita memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Jadi kita ada program bantuan B2SA yang diberikan kepada anak-anak yang terindikasi stunting atau tengkes,” ulasnya.

Menurutnya berbagai program yang telah dijalankan berdampak positif bagi penilaian skor PPH, sehingga DKP PPU mendapat penghargaan tersebut pada tahun 2024. (adv/ppu/udi)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#Penajam Paser Utara (PPU)