Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Gelar Apel Bersama Pasukan dan Peralatan Bencana, Pemkab PPU Bangun Sinergi Kesiapsiagaan.

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Minggu, 17 November 2024 | 14:11 WIB

 

Pj Bupati PPU Muhammad Zainal Arifin saat memimpin apel bersama pasukan dan peralatan bencana dalam rangka meningkatkan kewaspadaan bencana hidrometereologi.
Pj Bupati PPU Muhammad Zainal Arifin saat memimpin apel bersama pasukan dan peralatan bencana dalam rangka meningkatkan kewaspadaan bencana hidrometereologi.

PENAJAM - Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana hidrometeorologi di akhir 2024 hingga awal 2025, Pemkab  PPU melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar apel kesiapsiagaan baik para pasukan terkait kebencanaan hingga kesiapan alat-alat dalam penanggulangan bencana alam.

Apel kesiapsiagaan pasukan dan peralatan kebencanaan dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin bersama unsur dari TNI, Polri, Kepala BPBD Provinsi Kaltim, Kepala BMKG Balikpapapan,  Kepala KPHP Telake, Kepala Manggala Agni, Tagana PPU serta unsur lintas sektor dalam penaggulangan kebencanaan yang berlangsung di halaman Kantor Pemkab PPU, Rabu (13/11).

Pj Bupati PPU mengungkapkan, apel yang digelar dalam rangka membangun sistem penanggulangan bencana yang terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh untuk menujuk kabupaten tangguh bencana. “Keterlibatan seluruh pihak baik itu pemerintah daerah, Swasta dan stakeholders lainnya dalam penanggulangan bencana harus dipastikan siap. Baik itu secara personil maupun secara peralatan”. Ucap Zainal

Ia juga mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya bencana yang disebabkan fenomena cuaca, iklim, dan interaksi antara atmosfer dengan air. Bencana ini, dijelaskannya, seringkali tidak dapat diprediksi dengan tepat. Dampaknya sangat merusak dan mengancam keselamatan jiwa, harta benda, serta kelangsungan hidup masyarakat. Adapun beberapa contoh dari bencana hidrometeorologi yang sering kita hadapi yaitu banjir, tanah longsor, kekeringan, dan angin puting beliung.

“Semua bencana ini mengandung potensi bahaya yang sangat besar dan seringkali menimbulkan kerugian yang tidak sedikit,” ungkap Zainal.

Bencana hidrometeorologi tidak hanya terjadi begitu saja. Banyak faktor yang berperan sebagai pemicu terjadinya bencana ini. Seperti perubahan iklim global yang semakin mempengaruhi pola cuaca. Pemanasan global menyebabkan meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi.

“Kita perlu beradaptasi dengan kondisi ini, serta mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan yang ada serta terus memperhatikan segala perubahan cuaca, iklim dan alam sekitar kita dalam meminimalisasi terjadinya bencana,” ajaknya.

Untuk itu, Zainal menekankan pentingnya untuk meningkatkan sistem peringatan dini. Dengan menggunakan teknologi dan data cuaca yang akurat, informasi tentang bencana dapat tersampaian dengan cepat kepada masyarakat. Begitu juga dengan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.

“Jika kita siap, kita bisa mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan. Kita bisa melindungi diri kita, keluarga dan sesama, serta meminimalkan kerugian yang mungkin terjadi”. Harapnya. (adv/ppu/udi)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#Penajam Paser Utara (PPU)