Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jadikan Pantai Nipah-Nipah Destinasi Wisata Andalan

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Kamis, 31 Oktober 2024 | 18:27 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PPU, Andi Israwati Latief.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PPU, Andi Israwati Latief.

 

PENAJAM - Sektor ekonomi kreatif di Pantai Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), semakin berkembang. Hal itu membuat objek wisata ini memiliki potensi wisata yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Pantai yang memiliki hamparan pasir putih ini juga telah mendapatkan penghargaan Anugerah Desa Wisata (ADWI) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).  

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PPU, Andi Israwati Latief mengatakan, pihaknya terus mendorong peningkatan ekonomi kreatif di tempat wisata Pantai Nipah-Nipah melalui berbagai inovasi. "Hal ini sejalan dengan tujuan Disbudpar PPU untuk menjadikan Pantai Nipah-Nipah sebagai salah satu destinasi unggulan yang mampu memberikan kontribusi ekonomi yang besar bagi masyarakat," kata Andi Israwati.  

Untuk menggaet lebih banyak wisatawan, dalam waktu dekat pihaknya juga sudah merencanakan akan menggelar berbagai kegiatan menarik di sana. Dengan itu, diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi di kawasan tersebut. “Sekarang kami berusaha semaksimal mungkin agar setiap destinasi memiliki event yang bisa mendongkrak jumlah wisatawan,” tambahnya. 

Lebih Andi, perputaran ekonomi di Pantai Nipah-Nipah juga menunjukkan perkembangan yang positif dengan banyaknya pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meminimalisasi penggunaan uang tunai secara bertahap demi meningkatkan efisiensi transaksi.

“Kami meminimalisasi penggunaan uang tunai, namun tidak langsung kami hilangkan, melainkan dilakukan secara bertahap. Ini (penggunaan QRIS, red) lebih efisien juga, karena tidak perlu menyimpan uang fisik dan mengurangi risiko,” tutupnya. (adv/ppu/udi)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#Penajam Paser Utara (PPU)