Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

QRIS Mulai Diterapkan di Pasar Tradisional

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Rabu, 30 Oktober 2024 | 14:05 WIB
Penerapan QRIS untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) telah diwajibkan oleh pemerintah, sebagai bagian dari upaya mendukung digitalisasi sektor perdagangan.
Penerapan QRIS untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) telah diwajibkan oleh pemerintah, sebagai bagian dari upaya mendukung digitalisasi sektor perdagangan.

PENAJAM – Para pelaku usaha di pasar tradisional di Penajam Paser Utara (PPU), yang sebelumnya terbiasa dengan transaksi tunai, kini mulai beradaptasi dengan penggunaan teknologi QRIS. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi serta mengurangi risiko penipuan yang mungkin terjadi dalam transaksi konvensional.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Marlina, menyampaikan bahwa penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di beberapa wilayah di Kabupaten PPU masih dalam tahap perkembangan.

"Penggunaan QRIS di Babulu baru sekitar 20 persen, masih cukup minim. Namun, jika kita lihat di Pasar PIP, sudah mencapai sekitar 50 persen. Ketika kita berbelanja di sana, kita bisa langsung bertanya kepada penjual apakah mereka menerima pembayaran melalui QRIS. Banyak dari mereka yang sudah bisa," kata Marlina.

Marlina menambahkan bahwa penerapan QRIS untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) telah diwajibkan oleh pemerintah, sebagai bagian dari upaya mendukung digitalisasi sektor perdagangan. Menurutnya, pada saat malam minggu, hampir seluruh pedagang di pasar-pasar yang ada di Kabupaten PPU sudah menggunakan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran.

"Alhamdulillah, kita sudah lakukan sosialisasi kepada pelaku UMKM untuk menggunakan digitalisasi. Seiring berjalannya waktu, pasti mereka akan terbiasa dengan sistem seperti ini," ujarnya.

Meskipun sosialisasi sudah berjalan, Marlina mengakui bahwa proses peralihan ke pembayaran digital tidak bisa dilakukan secara instan.

"Memang pelan-pelan kami informasikan kepada para pedagang agar semua bisa menggunakan ponsel Android. Yang penting, ada upaya untuk mendukung transformasi ini. Setiap bank juga berperan dalam hal ini dan siap untuk turun langsung ke pasar jika diperlukan," jelasnya.

Dia menuturkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa bank untuk memfasilitasi para pedagang dalam mempelajari dan menggunakan QRIS.

"Kami sudah lakukan secara langsung dengan pedagang. Jadi, ke depannya, tinggal bagaimana penerapan di pasar. Fokus kita memang kepada pedagang agar mereka siap dan mau beradaptasi dengan teknologi ini," pungkasnya. (adv/ppu/udi)

 

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#Penajam Paser Utara (PPU)