PENAJAM – Sistem Informasi Pembangunan Desa (Sipede) telah menjadi salah satu inovasi penting dalam pengelolaan pembangunan desa-desa Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Aplikasi ini berfungsi sebagai alat bantu yang signifikan bagi pemerintah desa dalam mengelola dan memantau berbagai proyek pembangunan, terutama yang dibiayai melalui Dana Desa (DD). Dengan fungsionalitasnya yang luas, Sipede mendukung proses pendataan, administrasi, serta surat-menyurat, membuat setiap langkah lebih terstruktur dan transparan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU, Tita Deritayati, mengungkapkan beberapa tantangan yang masih dihadapi dalam penggunaan aplikasi ini. “Walaupun Sipede sangat membantu dalam banyak hal, ada beberapa aspek yang perlu penyempurnaan agar fungsinya dapat dioptimalkan,” ujarnya, Senin (30/9).
Tita, sapaan akrab Tita Deritayati juga menjelaskan bahwa salah satu masalah utama yang sering muncul adalah ketidakstabilan jaringan internet, yang berdampak pada aksesibilitas aplikasi di beberapa desa.
“Banyak wilayah yang mengalami blank spot, di mana sinyal sangat lemah atau bahkan tidak ada sama sekali,” ujarnya.
Menurutnya, hal itu tentu menjadi kendala bagi perangkat desa dalam menggunakan aplikasi untuk melaksanakan tugas mereka sehari-hari. Selain masalah jaringan, Tita juga mengungkapkan bahwa aplikasi Sipede terkadang mengalami gangguan teknis yang menghambat proses administrasi.
“Kami menerima masukan dari perangkat desa mengenai masalah ini, dan kami ingin melakukan perbaikan secepat mungkin,” tegasnya. (adv/ppu/udi)
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi