PENAJAM - Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Mulyono, memastikan anak-anak dengan gizi buruk mendapat bantuan pangan. Yakni dengan memaksimalkan anggaran yang ada, untuk dapat dimanfaatkan kader posyandu dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).
"Harapannya tepat sasaran dan program ini berjalan secara tidak sia-sia," ujar Mulyono, Rabu (25/9).
Ia menerangkan, Program Desa B2SA atau pangan beragam bergizi seimbang, sehat dan aman, dilaksanakan di Kabupaten PPU sudah berjalan selama dua tahun dengan menerapkan tiga konsep yang menarik. Yakni dengan membentuk Rumah Pangan, Teras Pangan, dan Gerai Pangan. Ketiga konsep itu saling terintegrasi, saat diterapkan di suatu desa atau kelurahan. Ia menguraikan konsep Rumah Pangan adalah memberikan makanan tambahan kepada anak-anak yang memang perlu dibantu. "Makanannya sudah dimasak. Kita komunikasikan dengan kader posyandu dan TP PKK," katanya.
Adapun konsep Teras Pangan adalah upaya memanfaatkan lahan sempit pekarangan rumah warga untuk ditanam berbagai bahan pangan yang sehat. Di mana DKP PPU memberi edukasi kepada masyarakat, termasuk kepada anak-anak sekolah untuk memaksimalkan lahan pekarangan rumah untuk memproduksi bahan pangan yang sehat dan bergizi.
"Paling tidak untuk menanam sayuran atau buah-buahan," ulasnya.
Dengan demikian, Mulyono memastikan tujuan pembentukan Teras Pangan bertujuan untuk mencukupi kebutuhan pangan skala keluarga. Kemudian membantu DKP PPU untuk mengatasi inflasi yang dipengaruhi oleh statistik ketahanan pangan PPU. "Dalam rangka menekan inflasi," ucapnya.
Sementara itu, konsep ketiga adalah Gerai Pangan. Yakni melibatkan berbagai elemen masyarakat. Seperti Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes, TP PKK, maupun Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), untuk mempromosikan hasil-hasil atau produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) desa atau kelurahan tersebut. "Untuk memasarkan atau mempromosikan UMKM," urainya.
Ia meyakini, ada banyak produk UMKM lokal yang cukup untuk memenuhi asupan gizi dan dikonsumsi untuk masyarakatnya sendiri. (adv/ppu/udi)
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi