TANJUNG REDEB – Setiap tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau rutin menggelar lomba kuliner khas Berau, yakni bubur ancur paddas dan puncak rasul, sebagai ajang promosi makanan tradisional. Juga sebagai salah satu rangkaian Hari Jadi ke-71 tahun Kabupaten Berau dan ke-214 tahun Kota Tanjung Redeb.
Sebanyak 25 peserta yang berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Berau, kecamatan, serta instansi vertikal mengikuti perlombaan yang dilaksanakan di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb, pada Selasa (17/9).
Untuk perlombaan bubur ancur paddas dimenangkan oleh Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD), disusul Kecamatan Kelay dan Dinas Pendidikan Berau. Sedangkan lomba puncak rasul dimenangkan oleh TP PKK Berau, diikuti dengan Kecamatan Maratua dan IAD.
Kegiatan perlombaan tersebut juga dirangkaikan dengan festival jajanan tradisional yang disediakan secara gratis oleh Pemkab Berau untuk masyarakat Kabupaten Berau. Tak sampai 5 menit, jajanan tradisional tersebut ludes menjadi rebutan.
Menurut Bupati Berau, Sri Juniarsih, semua sajian yang dilombakan tahun ini sangat istimewa. Tentunya sebagai upaya untuk melestarikan makanan khas Berau, yang sudah semestinya diketahui generasi muda bahkan pendatang maupun wisatawan yang datang ke Berau.
“Saya ingin perlombaan ini dilaksanakan secara rutin, bukan hanya dinikmati masyarakat Berau tapi juga go internasional,” terangnya.
“Adanya lomba ini menjadi ajang promosi kebudayaan Berau. Bahkan makanan khas Berau sudah diabadikan menjadi lagu daerah,” sambungnya.
Sri Juniarsih mengaku senang melihat antusias masyarakat dalam festival jajanan tradisional, hanya dalam waktu satu menit semua ludes menjadi rebutan. Hal itu menunjukkan persatuan dan kesatuan masyarakat Berau yang semakin solid dalam menjaga kelestarian budaya Berau.
“Saya harap semua tradisi ini, mulai ancur paddas, puncak rasul, sampai festival makanan tradisional ini menjadi kebiasaan setiap tahun,” ucapnya.
Ia meminta kepada dinas terkait mempromosikan perlombaan makanan khas Berau, jauh hari sebelum dilaksanakan. Supaya dapat menarik minat wisatawan untuk datang ke Berau.
Terlebih Berau sudah mempunyai penerbangan langsung dari dan ke Jakarta, Surabaya hingga Jogjakarta.
“Ini akan memberikan keuntungan dan peningkatan ekonomi masyarakat karena banyaknya rangkaian hari jadi Berau pada September ini,” ungkapnya.
Ucapan terima kasih dan apresiasi ditujukan kepada seluruh panitia yang menyiapkan perlombaan makanan khas Berau tersebut. Sebagai mitra IKN, Kabupaten Berau wajib berbenah diri mempersiapkan berbagai hal. Bukan hanya rangkaian hari jadi saja, tapi harus siap menyediakan cendera mata asli Berau.
“Saya lihat tahun ini lebih meriah dibanding sebelumnya, apalagi kamj juga kedatangan wisatawan dari Jerman,” ucapnya. (*/aja/adv/arp)