Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Usai Direvitalisasi, Museum Batu Bara Dikelola Pokdarwis

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Rabu, 11 September 2024 | 09:27 WIB
REVITALISASI: Usai dilakukan revitalisasi, Museum Batu Bara Te-luk Bayur bakal diserahkan ke Pokdarwis Steenkolen Teluk Bayur.
REVITALISASI: Usai dilakukan revitalisasi, Museum Batu Bara Te-luk Bayur bakal diserahkan ke Pokdarwis Steenkolen Teluk Bayur.

TELUK BAYUR – Museum Batu Bara atau Kamar Bola di Kecamatan Teluk Bayur rampung direvitalisasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau akan menyerahkan pengelolaan museum tersebut kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, Disbudpar Berau, Samsiah Nawir menjelaskan, Kamar Bola merupakan salah satu cagar budaya yang ada di Kota Tua Teluk Bayur. Ke depannya akan difungsikan menjadi museum batu bara.

Bangunan Museum Batu Bara Teluk Bayur sudah selesai dilakukan revitalisasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau. Disbudpar Berau juga sudah membangunkan landmark-nya tinggal pengelolaan.

“Kalau untuk museum tidak ada penambahan bangunan lagi. Karena sudah selesai revitalisasi,” ucapnya kepada Berau Post, Selasa (10/9).

Dirinya berharap, pengelolaan tersebut dapat diberikan kepada Pokdarwis Steenkolen Teluk Bayur. Ia yakin jika dikelola dengan baik, Museum Batu Bara akan mendatangkan multiplier effect kepada masyarakat yang ada di sekitarnya.

“Apalagi Pokdarwis Steenkolen merupakan kelompok yang aktif mengelola pariwisata di Teluk Bayur,” ujarnya. 

Selanjutnya, pihaknya bakal membahas terkait isi di dalam museum agar dapat segera dibuka untuk umum. Pembahasan tersebut tentunya akan melibatkan instansi terkait, khususnya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Berau serta Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau, melalui Bidang Cagar Budaya Disbudpar Berau.

“Karena kami bidang pengembangan destinasi berwenang melengkapi sarana dan prasarana (Sapras)-nya dan mempersiapkan pengelolanya dengan membentuk Pokdarwis,” jelasnya.

Samsiah menambahkan, tahun ini akan ada pembuatan masterplan untuk destinasi wisata Kota Tua Teluk Bayur. Serta pembangunan toilet umum sekitar alun-alun Steenkolen.

Bupati Berau, Sri Juniarsih menilai potensi Teluk Bayur sebagai salah satu ikon wisata sejarah di Kabupaten Berau sangat luar biasa. Sudah semestinya dirawat dan dijaga kelestariannya agar tidak punah karena modernisasi.

Pemkab Berau tahun lalu telah menganggarkan sebesar Rp 1,8 miliar untuk revitalisasi bangunan tersebut, tanpa mengubah bangunan yang ada. Maka, dilakukan renovasi dan pemeliharaan bangunan.

“Harapannya ke depan bangunan tersebut bisa segera difungsikan setelah dilakukan revitalisasi, sehingga bisa menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Tua Teluk Bayur,” sambungnya. (*/aja/adv/arp) 

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#revitalisasi #pokdarwis #Advertorial #pemkab #budaya