GUNUNG TABUR - Bupati Berau, Sri Juniarsih ingin lomba perahu panjang tradisional tetap lestari. Bahkan menjadi salah satu daya tarik wisata dan budaya di Kabupaten Berau. Hal itu diutarakannya usai menutup perlombaan perahu panjang tradisional, yang digelar di depan monumen Baturunan Kelurahan Gunung tabur, Jumat (6/9) lalu.
Perlombaan tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi ke-21 tahun Kelurahan Gunung Tabur dan Abut Bassar Banua yang ke-3 tahun. Apalagi lomba tersebut tidak hanya diikuti oleh orang Berau saja, tapi juga dari daerah lain turut berpartisipasi.
Lomba perahu panjang tradisional menurutnya menjadi pengembangan minat, bakat untuk meningkatkan prestasi generasi muda di Kabupaten Berau. Menjadi salah satu olahraga tradisional, perahu panjang perlu dijaga kelestariannya untuk masa yang akan datang.
“Semangat para peserta yang ikut perlombaan sangat luar biasa. Perahu panjang merupakan olahraga tradisional yang dijaga,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, olahraga perahu panjang merupakan pelestarian kebudayaan dalam bentuk olahraga.
Dirinya mengajak masyarakat untuk bersama-sama memelihara potensi olahraga tradisional ini. Agar budaya yang ada di Bumi Batiwakkal semakin dikenal dan dapat dinikmati masyarakat secara luas.
“Sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk menyaksikan lomba perahu panjang di Berau, sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Sri Juniarsih, juga mengingatkan masyarakat agar dapat menjaga lingkungan sekitar. Khususnya sungai yang ada di sekitar tempat tinggal masyarakat. Tentunya jika terjaga dengan baik, dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan hobi berolahraga di air, seperti perahu panjang ini.
“Tidak lupa, saya berpesan terkait kebersihan di perairan dan lingkungan yang ada Kabupaten Berau, agar masyarakat dapat menjaganya bersama-sama” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Sri Juniarsih mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau untuk dapat memberikan pembinaan terhadap atlet perahu panjang tradisional. Hal-hal yang berkaitan dengan menjaga kebudayaan tentunya sangat didukung oleh Pemkab Berau.
“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau juga dapat melihat potensi ini sebagai daya tarik wisata khususnya di Gunung Tabur,” pungkasnya. (*/aja/adv/arp)