TANJUNG REDEB - Penutur bahasa Banua atau bahasa Berau semakin menurun. Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau untuk mengatasinya.
Sekretaris Kabupaten Berau Muhammad Said membenarkan, bahwa penutur bahasa Berau di Bumi Batiwakkal semakin sedikit. Hal ini menyebabkan rasa prihatin dirinya. Oleh karena itu, Pemkab Berau akan berupaya menyelamatkan bahasa Berau.
“Memang penutur bahasa Berau semakin turun, sementara banyak kosakata yang dulu atau bahari mulai hilang,” ungkapnya, Kamis (5/9).
Upaya-upaya perlindungan pada bahasa khas orang Berau itu dirasa Said perlu diselamatkan. Sehingga, generasi muda tetap mengenal identitas Berau.
“Saat ini, perlahan banyak mulai tidak menuturkan lagi, kita perlu melindungi,” ujarnya.
Dalam beberapa kesempatan, dirinya juga kerap menggunakan bahasa Berau dalam memberikan sambutan. Hal ini, diharapkan juga bisa menjadi perhatian, bahwa bahasa Berau perlu dihidupkan dengan digunakan dalam komunikasi sehari-hari.
“Nah kita bersyukur banyak tokoh Berau yang punya komitmen tinggi terhadap pengembangan bahasa Berau atau basa banua,” jelasnya.
Bahkan dalam beberapa kesempatan, Said diketahui acap kali menggunakan bahasa Berau sebagai bahasa penutur kesehariannya, selagi lawan bicaranya juga memahami bahasa Berau.
“Hal ini nantinya akan menguat, apalagi kalau dilegalisasi dalam perbup,” ungkapnya.
Melalui Dinas Pendidikan Berau, terdapat kurikulum lokal yang nantinya akan memuat bahasa Berau di dalamnya. Selain itu, dalam waktu dekat, penyusunan kamus bahasa Berau sedang berjalan, sehingga hal itu akan menjadi satu kesatuan.
“Saat ini sudah berproses penyusunan kamus bahasa Berau,” tegasnya.
Tentunya, dengan komitmen Pemkab Berau melalui Disdik lewat kurikulum lokal, Pemkab Berau juga terus berupaya menyiapkan sarana dan prasarana penunjangnya. Sebab, nantinya tentu akan ada guru yang mengampu materi tersebut.
“Saya juga kagum, beberapa sekolah juga melalui kegiatan ekstrakurikuler kebudayaan turut memelihara penutur bahasa Berau,” pungkasnya. (sen/adv/udi)