Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bantu Pembangunan Rumah Adat Tubaan, Bupati Minta Pemerintah Kampung Bikin Proposal

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Kamis, 25 Juli 2024 | 08:30 WIB
PEMASANGAN TIANG PANCANG: Bupati Berau Sri Juniarsih saat ikut memasang tiang pancang Rumah Adat Dayak Basap di Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar, Selasa (23/7) lalu.
PEMASANGAN TIANG PANCANG: Bupati Berau Sri Juniarsih saat ikut memasang tiang pancang Rumah Adat Dayak Basap di Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar, Selasa (23/7) lalu.

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih berpartisipasi dalam pemasangan tiang pancang pertama pembangunan Rumah Adat Dayak Basap di Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar, Selasa (23/7) lalu.

Bupati Berau perempuan pertama tersebut sangat mengapresiasi seluruh masyarakat Kampung Tubaan yang berhasil mendirikan tiang pancang pertama rumah adat Dayak Basap tersebut.

Dikatakannya, pembangunan rumah adat tersebut menjadi cita-cita seluruh masyarakat Kampung Tubaan. “Untuk mendirikan tiang yang besar dan tinggi ini, masyarakat tidak memakai bantuan alat, tapi bisa berdiri atas semangat gotong-royong kita semua,” ucapnya.

Semangat ini katanya harus terus dihidupkan dan lestarikan supaya bisa sampai kepada anak cucu ke depan. Menurutnya, sebuah pekerjaan yang berat akan menjadi ringan ketika dilakukan gotong royong bersama.

Dirinya meminta Pemerintah Kampung Tubaan untuk membuat proposal hibah untuk bantuan pembangunan rumah adat kepada Pemkab Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.

Pihaknya memiliki perhatian besar dalam aspek kebudayaan, melalui pengembangan pusat seni budaya, termasuk revitalisasi bangunan bersejarah, keraton, makam dan sebagainya, serta pembangunan balai adat.

“Silakan memohonkan proposal kepada Pemkab melalui Disbudpar Berau, supaya kami dapat membantu menuntaskan pembangunan rumah adat ini,” terangnya.

Pihaknya juga akan berusaha memberikan dukungan moril dan materiil kepada penyelenggara, serta akan selalu berupaya untuk dapat hadir langsung menyaksikan gelaran seni budaya di seluruh Kabupaten Berau. Sebagai bentuk dukungan Pemkab Berau terhadap eksistensi budaya agar semakin dikenal dan diminati secara luas.

“Mudah-mudahan pembangunan Rumah Adat Dayak Basap ini bisa segera diselesaikan. Dan ketika sudah berdiri kita gunakan bersama, karena di Tubaan tentu banyak sekali etnis, suku dan budaya,” ungkapnya.

“Rumah adat ini sebagai menjadi rumah bersama dan menjadi tempat pemersatu serta bermusyawarah. Mudah-mudahan terwujud dan bisa kita nikmati bersama,” lanjutnya.

Kepala Kampung Tubaan, Saipul Achyar menyampaikan, pembangunan rumah adat menjadi keinginan masyarakat sejak lama. Bersyukur setelah melalui proses panjang, akhirnya sudah mulai memasang tiang pancang pertama, yang bahkan dihadiri oleh Bupati Berau. Ke depan pihaknya akan tetap semangat dan komitmen menyelesaikan rumah adat ini.

“Terima kasih kepada bupati Berau yang sudah berusaha meluangkan waktunya memasang tiang pancang pertama, peduli dan perhatian dengan rumah adat dan budaya yang ada di Tubaan,” ujarnya.

Adapun lahan yang digunakan merupakan hibah dari perusahaan kepada Pemerintah Kampung Tubaan, yang mana pematangan lahannya dibantu dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Berau. Sebagai tahap awal, pembangunan rumah adat ini menggunakan Alokasi Dana Kampung (ADK), serta kontribusi dari pihak ketiga.

Meskipun disebut Rumah Adat Dayak Basap, namun penggunaan rumah adat tersebut bisa digunakan oleh semua suku, etnis dan budaya yang ada di Kampung Tubaan. Rumah adat diharapkan menjadi pemersatu, di mana setiap ada kegiatan bisa bergabung dan bermusyawarah bersama di sana.

“Semoga apa yang kita kerjakan bisa memberi nilai ibadah dan menjadi penyemangat kita untuk menyelesaikan rumah adat,” harapnya. (*/aja/adv/arp)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#Advertorial #pemkab #Gotong-royong #Adat