TANJUNG REDEB – Tahun 2024 dipastikan Berau bebas dari status kampung tertinggal. Hal ini dikarenakan, kampung terakhir dengan status tersebut yakni Mapulu, Kecamatan Kelay, naik status menjadi kampung berkembang.
Suksesnya hal ini tidak lepas dari peran Bupati Berau, Sri Juniarsih dan Wakil Bupati Berau, Gamalis yang berhasil relokasi kampung tersebut. Banyak pembangunan yang diprioritaskan guna mendongkrak status kampung tersebut.
Pemkab Berau berhasil menuntaskan pembangunan rumah layak huni. Selain itu menuntaskan fasilitas air bersih bagi 34 kepala keluarga yang tinggal di pedalaman Kelay itu.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan bahwa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sejak tahun 2023 lalu, telah beroperasi dan sudah mengalirkan air bersih hingga ke rumah-rumah penduduk.
“Kami tentu bersyukur, upaya dan kerja-kerja kita membuahkan hasil yang cukup memuaskan,” ungkapnya.
“Pemerintah terus berkomitmen membangun kampung, sehingga masyarakat semakin sejahtera dan bisa hidup dengan layak,” tambahnya.
Dirinya pun merasa bangga dan bersyukur, perjalanan panjang mendampingi Kampung Mapulu, berbuah manis. Secara bertahap menunjukkan hasil yang tentu menjawab harapan masyarakat di pedalaman Kelay ini. Berawal dengan membangun fasilitas pemerintahan, sarana pendidikan, rumah layak huni, hingga air bersih dan akses jalan menuju Mapulu, terpenuhi di kampung ini.
“Alhamdulillah status indeks desa membangun untuk Kampung Mapulu pada tahun ini sudah naik dari status tertinggal menjadi berkembang,” ungkap Sri Juniarsih, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau, Tentram Rahayu.
Pemkab Berau ditegaskannya berkomitmen untuk terus membangun kampung yang tersebar di 13 kecamatan mulai di pedalaman, pesisir hingga kepulauan. Secara bertahap status kampung terus meningkat dari berkembang, maju, hingga berstatus mandiri. Pemerataan pembangunan terus dilakukan, terutama pemenuhan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Ini komitmen kami untuk terus membangun kampung, memastikan uang rakyat untuk rakyat, melalui pemanfaatan APBD yang optimal untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Berau,” tandasnya.
Terpisah, Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu menuturkan dengan mengalirnya air bersih di Kampung Mapulu telah menuntaskan, bahwa tidak ada lagi kampung tertinggal di Kabupaten Berau. Ini merupakan gerak cepat langkah Pemerintah Daerah dan lintas OPD untuk sama-sama menyelesaikan persoalan yang ada.
“Tentu, ini merupakan hasil kerja sama, kolaborasi dan keberhasilan lintas OPD yang membidangi setiap kebutuhan di masyarakat,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMLP) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Decty Toge Manduli menerangkan bahwa proyek strategis untuk pengentasan kampung tertinggal ini, yaitu pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Mapulu dimulai pada April 2024 dan telah selesai. Hasilnya, Kampung Mapulu kini punya sumber air bersih yang layak dan mampu memenuhi kebutuhan di sana.
“Sekarang sudah bisa mengalir ke rumah warga, tinggal penyempurnaan dan target untuk sekitar 35 rumah warga bisa tuntas,” pungkasnya. (Sen/adv/hmd)