TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau dianugerahi beragam adat dan budaya, di samping pesona pariwisata yang terkenal hingga mancanegara. Suku-suku yang mendiami Kabupaten Berau punya beragam kegiatan adat dan budaya yang potensial untuk menjadi destinasi wisata.
Di antaranya pelaksanaan Festival Budaya Bekudung Betiung yang merupakan prosesi musim panen dan proses pendewasaan bagi seorang lelaki di suku Dayak Ga’ai di Kampung Tumbit Dayak, Sambaliung. Festival ini juga untuk merayakan hari ulang tahun Kampung Tumbit Dayak ke-261.
Kegiatan ini mendapat apresiasi Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang menilai kegiatan ini selama 3 tahun terakhir terus menunjukkan perkembangan. Baik dari perayaan hingga antusiasme penonton yang menyaksikan secara langsung.
“Ini juga karena semangat panitia yang sangat luar biasa, antusias pengunjung juga luar biasa,” ujarnya.
Ia menargetkan festival ini masuk kegiatan adat dan budaya pada Karisma Event Nusantara (KEN), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Dengan cara festival ini dilakukan secara konsisten, setiap tahun di waktu dan pelaksanaan yang teratur.
“Untuk event yang masuk dalam agenda pariwisata tidak mengubah tanggalnya (pelaksanaan, red),” paparnya.
Hal ini, sebagai upaya agar wisatawan dari luar Berau bisa menyesuaikan dengan jadwal yang sudah berlangsung setiap tahunnya. Sehingga, panorama dan atmosfer kegiatan adat dan budaya di Berau bisa dinikmati oleh wisatawan luas dari luar Berau.
“Supaya bukan hanya masyarakat Kabupaten Berau dan Kampung Tumbit Dayak saja yang menikmati acara ini,” jelasnya.
Bahkan, dirinya berharap, kegiatan budaya yang rutin berjalan ke depan bisa masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Supaya daya tariknya akan lebih kuat untuk mendatangkan wisatawan luar Berau bahkan mancanegara.
“Oleh karena itu, saya sangat harapkan ke depan acara ini harus lebih siap harus lebih semangat,” ujarnya.
Dirinya juga meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau untuk lebih giat melakukan publikasi dan dokumentasi terhadap kegiatan adat dan budaya di Berau. Sehingga, masyarakat luas bisa mengetahui informasinya dan mampu mendatangkan wisatawan lebih banyak.
“Supaya dapat dipromosikan jauh hari sebelumnya. Panitia harus lebih siap. Tahun depan acara ini harus lebih meriah,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir menyambut arahan bupati dengan siap. Ke depan, khusus untuk Festival Budaya Bekudung Betiung akan dikonsep lebih meriah dan memanfaatkan momen untuk efek domino lainnya.
“Ya, kita akan buat acara ini di tahun depan lebih menarik dan menjadikannya kenangan indah bagi wisatawan,” ungkapnya.
Peningkatan pelaksanaan tahun depan, kata Ilyas di antaranya adalah menghidupkan objek wisata atau titik yang bisa dijadikan wisata di sekitar area menuju Kampung Tumbit Dayak. Sehingga, wisatawan nanti tak hanya datang untuk Bekudung Betiung saja, melainkan juga menikmati objek wisata dan alam di sekitarnya.
“Nanti, objek wisata kampung dihidupkan, seperti danau panjang dan danau tapal kudanya,” jelasnya. (adv/sen/arp)