Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jalur Perekonomian Dua Daerah, Sekkab Minta Perhatian Khusus di KM 38 Berau-Bulungan

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Kamis, 7 Maret 2024 | 09:00 WIB
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said

GUNUNG TABUR – Amblasnya jalan yang terjadi di Kilometer (KM) 38 Jalan Poros Berau- Bulungan sejak Senin (4/3) lalu mendapat perhatian Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said. Sebab, menjadi jalur vital perekonomian bagi kedua daerah.

Said menjelaskan, jalan tersebut berstatus jalan nasional, sehingga menjadi kewenangan dari Pemerintah Pusat. Tetapi, karena letaknya ada di daerah, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau juga tidak bisa ‘tutup mata’ begitu saja.

“Kami sudah koordinasi juga, dan informasi yang saya terima prosesnya sedang berjalan serta sudah bisa dilewati oleh kendaraan,” ujarnya kepada Berau, Post Rabu (6/3) lalu.

Ia juga sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, cepat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat, agar cepat dikerjakan, supaya tidak semakin parah hingga terputus total.

“Kita tidak mau nanti jalan tersebut putus dan mengganggu aktivitas dan bisa berdampak terhadap perekonomian juga,” kata dia.

Menurutnya, banyak faktor yang menjadikan jalan tersebut penting bagi kedua daerah. Mulai dari keberadaan Bandara Kalimarau hingga pelabuhan, dalam mendukung perekonomian kedua daerah.

“Karena hal seperti ini tidak bisa kami pungkiri, bahwa perekonomian Berau dan Kaltara itu berkesinambungan. Jika jalan poros putus, pastinya akan mengganggu aktivitas barang yang keluar maupun masuk,” sebutnya.

Terlebih diketahuinya, banyak barang-barang yang ada di Kaltara berasal dari Berau karena dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Redeb.

 “Itu kan harus menjadi perhatian untuk kita semua, dan semoga saja hal ini bisa ditangani dengan cepat dan jangan sampai jalan tersebut putus,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Koordinator Lapangan Ruas Jalan Nasional di Berau, Supriyanto, membenarkan kejadian tersebut. Di mana pada ruas jalan di kilometer 38 amblas di hampir dua ruas jalan, sehingga menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas.

“Sejak malam tadi (Senin malam, red) saya berada di lokasi untuk melakukan penanganan,” ungkapnya, Selasa (5/3) lalu.

Saat ini pun dipastikannya penanganan telah dilakukan pada ruas tersebut, namun penanganan yang dilakukan merupakan penanganan sementara, agar kendaraan yang ada bisa melintas kembali. “Alhamdulillah sudah tertangani, sudah bisa lancar, kerusakannya sudah tidak terlalu besar,” jelasnya.

Akunya, kerusakan jalan memang cukup dalam, sehingga sejak malam kejadian dirinya mengambil langkah melakukan penimbunan menggunakan tanah, sebagai penanganan awal agar bisa dilintasi dan tidak menyebabkan putusnya akses transportasi masyarakat.

“Hanya agak dalam, kami timbun sehingga bisa lewat termasuk untuk kendaraan berat, penanganan sementara,” ungkapnya.

Pihaknya akan segera melakukan pengusulan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mendapatkan pekerjaan perawatan permanen pada ruas jalan tersebut. “Untuk penanganan permanennya mau diusulkan,” terangnya.

Dirinya juga belum bisa memastikan kapan pekerjaan itu bisa dilaksanakan, sebab dalam waktu dekat akan mengajukan lebih dulu desain penanganannya seperti apa. Ketika didapati seperti apa desain penanganannya, baru bisa dikerjakan.

“Itu kita belum tahu, karena mau ajukan desain penanganannya seperti apa baru bisa dikerjakan,” ujarnya.

 Dikatakan, memang curah hujan yang tinggi belakangan menyebabkan terjadinya longsor akibat limpasan air hujan yang tidak sedikit. Hal inilah yang menyebabkan ruas jalan di kilometer 38 mengalami longsor. “Curah hujan tinggi, kemungkinan ada celah air masuk jadi menyebabkan longsor,” terangnya.

Diakunya juga, tidak hanya pada ruas jalan kilometer 38 yang mengalami longsor, terdapat dua titik lagi yang disinyalir rawan longsor, apalagi saat ini tengah memasuki masa musim hujan.

“Kemarin prioritas itu ada 2 titik lagi, cuma ini mengusulkan ke kementerian untuk menganggarkan itu,” jelasnya.

Untuk kedua titik lainnya, dikatakan berada di ruas kilometer 21 dan 25, dimana pada kedua titik itu dikatakan terjadi keretakan jalan yang ditakutkan akan terjadi hal serupa seperti di kilometer 38 yang menyebabkan jalan longsor.

“Pada kilometer 21 dan 25 sudah ada keretakan, sehingga ini memerlukan penanganan segera,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengatakan kerusakan jalan terjadi pada ruas jalan nasional, sehingga dirinya sejauh ini selalu melakukan koordinasi kepada petugas Balai Jalan Nasional (BJN).

“Kalau ada kerusakan jalan nasional kita langsung koordinasi,” ungkapnya.

 Dirinya pun berkomitmen untuk melakukan koordinasi intens jika sedianya terjadi kerusakan jalan nasional yang memiliki kondisi parah. Sebagaimana jalan tersebut juga merupakan akses masyarakat dan mobilisasi kegiatan masyarakat sehari-harinya.

“Jika memang ada, yang sekiranya harus dibicarakan secara khusus kami siap dan akan melaksanakannya,” pungkasnya. (aky/arp)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #penghubung #bulungan #jalan #amblas