Ingatkan Kelompok Penerima Manfaatkan Bantuan Sebaik Mungkin, DPRD Berau Minta Pengawasan Diperketat

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 07:00 WIB
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (BERAU POST)
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (BERAU POST)

BERAU POST
 – Penyaluran bantuan bibit hewan ternak yang dilaksanakan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau diharapkan tidak berhenti pada proses distribusi kepada kelompok penerima.
Program tersebut dinilai perlu dikawal secara berkelanjutan, agar bantuan yang diberikan mampu berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengatakan, penyaluran bibit ternak harus dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan pemerintah.

Kelompok penerima juga diharapkan mampu memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal, sehingga dapat berkembang menjadi usaha peternakan yang produktif.

“Bantuan ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh kelompok penerima,” ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, bantuan ternak yang diberikan pemerintah memiliki potensi untuk mendukung peningkatan produksi peternakan di Kabupaten Berau.

Jika dikelola dengan baik dan dilakukan secara berkelanjutan, pengembangan ternak di tingkat kelompok diharapkan dapat turut memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat.

Sumadi menilai kebutuhan daging di Berau perlu diimbangi dengan peningkatan produksi ternak lokal. Karena itu, bantuan bibit ternak tidak hanya dipandang sebagai bantuan jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian peternak dan memperkuat sektor peternakan daerah.

“Harapannya produksi ternak kita bisa meningkat dan membantu memenuhi kebutuhan daging sapi di Berau,” katanya.

Di sisi lain, Sumadi menekankan pentingnya peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk tetap memberikan pendampingan kepada kelompok penerima setelah bantuan disalurkan.

Pendampingan dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan ternak dapat dipelihara dan dikembangkan sesuai dengan tujuan program.

Pendampingan tersebut dapat dilakukan melalui pemantauan kondisi ternak, pemberian pengetahuan mengenai pemeliharaan, hingga membantu kelompok apabila menghadapi kendala dalam pengelolaan bantuan.

“OPD terkait juga harus tetap mendampingi kelompok penerima,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan dan pendampingan diperlukan untuk mencegah munculnya persoalan yang justru dapat merugikan kelompok maupun mengurangi manfaat dari bantuan pemerintah.

Dengan pengelolaan yang baik, bibit ternak yang disalurkan diharapkan dapat berkembang dan memberikan hasil bagi anggota kelompok.

Sumadi berharap program bantuan peternakan ke depan tidak hanya berorientasi pada jumlah bantuan yang tersalurkan, tetapi juga memperhatikan keberhasilan kelompok dalam mengembangkan ternak.

Dengan demikian, bantuan pemerintah dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas sekaligus mendukung peningkatan produksi daging lokal di Berau.

Sebelumnya, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau menyalurkan bantuan 90 ekor bibit ternak sapi kepada masyarakat.

Bantuan ini tersebar di lima kampung dan kelurahan sebagai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus populasi ternak lokal.

Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, menjelaskan bahwa penyaluran ini menyasar wilayah-wilayah potensial untuk pengembangan ternak. "Kami telah salurkan 90 ekor sapi dengan komposisi 5 sapi jantan serta 85 sapi betina," ujarnya.

Adapun lima wilayah sasaran penerima bantuan tersebut meliputi Kampung Teluk Sumbang di Kecamatan Bidukbiduk, Kampung Biatan Ilir di Kecamatan Biatan, Kampung Tasuk dan Kelurahan Gunung Tabur di Kecamatan Gunung Tabur, serta Kawasan Limunjan, Kelurahan Sambaliung, di Kecamatan Sambaliung.

Lita menegaskan bahwa program ini memiliki tujuan jangka panjang yang strategis bagi sektor peternakan di Berau.

"Yang utama ya bantu ekonomi masyarakat melalui pengembangan ternak produktif," katanya.
Selain aspek ekonomi, program ini juga dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. "Ini juga upaya meningkatkan populasi ternak kita," tambah Lita.

Dengan komposisi sapi betina yang jauh lebih banyak, pemerintah daerah optimis populasi sapi di Berau akan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

"Harapannya sapi bantuan ini bisa berkembang jumlahnya setelah sapi betina beranak pinak," jelasnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
bantuan bibit sapi DPRD Berau