DPRD Berau Dorong Pemenuhan Alsintan Demi Dukung Peningkatan Produktivitas Petani Serta Swasembada

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 18:35 WIB
Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST– Kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi para petani menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Berau.

Dukungan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong hasil panen yang lebih maksimal.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, mengatakan peningkatan hasil pertanian tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan pupuk dan bibit.

Petani juga membutuhkan dukungan sarana produksi serta peralatan yang mampu menunjang proses pengolahan lahan hingga masa panen.

Menurutnya, penggunaan alsintan menjadi bagian penting dalam modernisasi sektor pertanian. Dengan dukungan peralatan yang memadai, pekerjaan petani dapat dilakukan lebih cepat dan efisien, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tenaga manual. 

“Untuk menunjang hasil pertanian yang baik tentunya harus dibarengi dengan dukungan dari pemerintah daerah. Selain pupuk dan bibit, alsintan juga menjadi salah satu kebutuhan penting bagi para petani,” ujar Arman kepada awak media ini.

Ia menilai, pemerintah daerah perlu memastikan bantuan alsintan terus diberikan secara tepat sasaran, khususnya kepada kelompok tani yang memang membutuhkan dan memiliki lahan produktif.

Jangan sampai keterbatasan anggaran justru membuat kebutuhan mendasar petani terabaikan. Terlebih, kata dia, sektor pertanian saat ini memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada pangan.

Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah harus memastikan petani memiliki dukungan yang cukup agar mampu meningkatkan produksi 

“Jangan sampai hal-hal seperti ini dilupakan. Kita saat ini terus menggaungkan swasembada pangan, sehingga kebutuhan para petani juga harus benar-benar dipenuhi,” tegasnya.

Diwartakan sebelumnya, Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah daerah tidak menghentikan perhatian terhadap sektor pertanian.

Program bantuan alsintan dipastikan tetap berlanjut sebagai bagian dari strategi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Menurut Sri Juniarsih, keterbatasan kemampuan keuangan daerah tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi dukungan terhadap sektor pertanian, perkebunan maupun kelautan yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Berau.

Pemkab Berau pun terus mencari alternatif pembiayaan melalui sinergi dengan pemerintah pusat. Upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi di tengah penyesuaian ruang fiskal daerah.

“Komitmen kami untuk menyalurkan alsintan tetap berlanjut di tengah efisiensi anggaran demi menjaga produktivitas para petani dan nelayan kita,” sebutnya.

Ia menjelaskan, komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah pusat juga telah membuahkan sejumlah dukungan untuk pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di Berau.

Salah satunya melalui bantuan bibit komoditas perkebunan berupa kakao dan kelapa dalam. Masing-masing bantuan dialokasikan untuk pengembangan lahan seluas 200 hektare.

Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi petani untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mengembangkan komoditas yang memiliki potensi ekonomi dalam jangka panjang. 

“Bantuan alsintan menjadi bagian dari upaya mendorong mekanisasi pertanian. Penggunaan peralatan pertanian modern diharapkan mampu menghemat waktu dan tenaga petani, meningkatkan efisiensi produksi, serta mempercepat proses pengolahan lahan hingga masa panen,” tutupnya. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
pertanian ketahanan pangan DPRD Berau