Kondisi ini mendapat perhatian dari Anggota DPRD Berau, Sutami. Menurutnya, persoalan anggaran harus segera dibahas secara serius mengingat pelaksanaan Porprov tinggal menghitung bulan dan dijadwalkan berlangsung pada November mendatang di Kabupaten Paser.
Sutami yang juga dikenal sebagai salah satu penggiat olahraga di Bumi Batiwakkal itu menilai, waktu persiapan yang semakin singkat seharusnya menjadi alasan bagi pemerintah daerah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau untuk segera memastikan kebutuhan kontingen.
“Ini harus menjadi perhatian bersama karena pelaksanaan Porprov tinggal beberapa bulan lagi. Jangan sampai persoalan anggaran justru menghambat persiapan atlet kita,” ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan anggaran bukan hanya berkaitan dengan keberangkatan atlet menuju lokasi pertandingan.
Ada berbagai tahapan persiapan yang membutuhkan dukungan pembiayaan, termasuk training center (TC), program latihan, pemenuhan kebutuhan atlet, hingga persiapan teknis masing-masing cabang olahraga.
Sutami menegaskan, persiapan atlet tidak dapat dilakukan secara maksimal apabila dukungan anggaran belum memiliki kepastian.
Terlebih, para atlet saat ini dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga performa sebelum tampil menghadapi atlet dari kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Timur.
“TC dan kesiapan latihan juga harus diperhatikan. Atlet tentu membutuhkan persiapan yang matang. Kalau anggarannya belum jelas, ini bisa berdampak terhadap program latihan yang sudah disusun,” katanya.
Sutami meminta persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Menurutnya, diperlukan sinkronisasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, KONI, serta pihak-pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan persiapan kontingen.
Ia mendorong agar seluruh pihak segera duduk bersama untuk membahas secara terbuka kebutuhan anggaran dan skema pembiayaan yang dapat dilakukan.
“Harus disinkronkan. Pemkab dalam hal ini OPD terkait, KONI, dan pihak-pihak lain harus duduk bersama membahas persoalan ini. Jangan sampai masing-masing berjalan sendiri,” tegasnya.
Menurut Sutami, pembahasan bersama penting dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih maupun kekosongan dalam pemenuhan kebutuhan kontingen.
Dengan adanya komunikasi yang jelas, kebutuhan atlet dapat dipetakan sejak awal sehingga persiapan menuju Porprov dapat berjalan sesuai target.
Ia juga mengingatkan agar persoalan administrasi dan anggaran tidak sampai berdampak langsung terhadap atlet. Sebab, para atlet merupakan pihak yang akan membawa nama Kabupaten Berau dalam ajang olahraga bergengsi tersebut.
“Jangan sampai atlet Berau yang menjadi korban. Karena tidak tersedianya anggaran, akhirnya persiapan mereka tidak optimal untuk mengikuti event bergengsi ini,” tuturnya.
Sutami menilai, semakin dekatnya pelaksanaan Porprov seharusnya menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk bergerak lebih cepat.
Persiapan kontingen bukan sesuatu yang dapat dilakukan secara mendadak karena menyangkut banyak aspek, mulai dari kondisi fisik dan mental atlet, program latihan, kebutuhan peralatan, hingga akomodasi dan transportasi.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan kepastian secepatnya sehingga para atlet dan pengurus cabang olahraga dapat fokus menjalankan program yang telah disiapkan.
“Yang paling penting sekarang adalah kepastian. Atlet harus bisa fokus berlatih, pelatih bisa menyusun program dengan baik,” pungkasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi