BERAU POST – Banyaknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Berau mendapat perhatian DPRD Berau. Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di Bumi Batiwakkal ikut membantu pemerintah daerah dalam penanganan karhutla.
Dedy menegaskan, penanganan kebakaran tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah maupun tim yang selama ini turun ke lapangan. Terlebih, titik kebakaran yang muncul cukup banyak dan membutuhkan dukungan personel serta peralatan.
Perusahaan yang beraktivitas di Berau memiliki sumber daya yang dapat dikerahkan untuk membantu proses pemadaman. Karena itu, tidak ada alasan bagi perusahaan untuk tidak ikut terlibat ketika pemerintah daerah membutuhkan dukungan dalam menghadapi karhutla.
“Tidak ada namanya perusahaan itu tidak membantu. Di manapun wilayahnya, saya minta wajib membantu Pemda dalam menangani karhutla ini karena titik-titiknya sangat banyak,” tegasnya, belum lama ini.
Ia juga meminta perusahaan yang tidak memberikan bantuan untuk diberikan teguran. Langkah itu bisa dilakukan melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sehingga ada bentuk perhatian dan tanggung jawab bersama dalam menghadapi kondisi karhutla.
“Kalau ada perusahaan yang tidak membantu, akan dikasih surat teguran. Nanti Forkopimda yang tanda tangan di sana,” ujarnya.
Ia menyoroti kondisi tim yang berada di lapangan. Petugas harus bekerja menghadapi kebakaran dengan peralatan yang ada, sementara titik api yang harus ditangani cukup banyak.
Dukungan perusahaan tentunya dapat membantu meringankan pekerjaan tim sekaligus mempercepat penanganan kebakaran.
“Ini buat masyarakat kita, bagaimana sakitnya tim dengan peralatan seadanya,” katanya.
Pun keberadaan perusahaan di Berau juga harus diiringi kepedulian terhadap kondisi daerah. Perusahaan tidak hanya diharapkan beraktivitas dan mengambil hasil dari sumber daya yang ada, tetapi juga ikut membantu ketika daerah menghadapi persoalan yang berdampak terhadap masyarakat.
“Intinya semua perusahaan wajib. Jangan hanya tahu mengambil hasil di Kabupaten Berau tapi tidak ada bantuannya terhadap pemerintah daerah,” tegasnya.
Dedy berharap keterlibatan seluruh perusahaan dapat diperkuat selama kondisi karhutla masih terjadi. Penanganan di lapangan membutuhkan kerja bersama agar kebakaran tidak semakin meluas dan beban tim pemadam dapat dikurangi.
Selain perusahaan, upaya penanganan karhutla juga membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam dan masyarakat. (aja/hmd)
Editor : Nurismi