Dukung Ketahanan Pangan Nasional, DPRD Berau Minta Pemkab Optimalkan Lahan Cetak Sawah

Nurismi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:10 WIB
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (SENO/BP)
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (SENO/BP)

BERAU POST – DPRD Berau mendorong pemerintah daerah terus mengoptimalkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

Potensi lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang telah dibangun dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan, sehingga mampu meningkatkan produksi padi di Berau.

Menurut Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, program tersebut tidak boleh berhenti hanya pada pembukaan lahan, tetapi harus diikuti dengan pendampingan, penyediaan sarana dan prasarana, hingga kepastian pengelolaan oleh kelompok tani.

“Potensinya sangat besar. Lahan yang sudah dicetak harus benar-benar digarap secara optimal,” ujarnya kemarin (31/7).
Ia menilai peningkatan produksi pertanian tidak bisa hanya mengandalkan semangat petani. Pemerintah juga perlu memastikan seluruh kebutuhan dasar di lapangan dapat terpenuhi, mulai dari alat dan mesin pertanian, benih, hingga dukungan infrastruktur yang menunjang aktivitas pertanian.

Karena itu, Sumadi meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau terus melakukan pemetaan terhadap kebutuhan petani di setiap wilayah.

Menurutnya, kondisi di lapangan harus menjadi dasar dalam menentukan program maupun usulan bantuan kepada pemerintah pusat.

“DTPHP harus benar-benar mengetahui apa yang dibutuhkan petani sehingga bantuan yang diajukan tepat sasaran,” katanya.

Ia mengingatkan, saat ini sebagian besar bantuan alat dan mesin pertanian berasal dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut membuat peran pemerintah daerah menjadi sangat penting sebagai penghubung antara kebutuhan petani dengan kementerian terkait.

“Pemerintah daerah harus menjadi jembatan komunikasi dengan pemerintah pusat, terutama terkait kebutuhan alat dan bantuan pertanian,” tegasnya.

Menurut Sumadi, komunikasi yang baik akan membuka peluang lebih besar bagi Berau untuk memperoleh alokasi bantuan, termasuk alat dan mesin pertanian yang dibutuhkan guna meningkatkan produktivitas. Dengan dukungan tersebut, proses budidaya hingga pascapanen dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Ia juga berharap setiap usulan yang disampaikan pemerintah daerah didukung dengan data yang akurat mengenai luas lahan, jumlah kelompok tani, hingga kebutuhan riil di lapangan. Dengan demikian, pemerintah pusat memiliki dasar yang kuat untuk memberikan bantuan kepada Berau.

Lebih lanjut, Sumadi optimistis Berau memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan yang saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Menurutnya, potensi lahan pertanian yang masih luas harus dimanfaatkan secara serius agar mampu meningkatkan produksi pangan daerah.

“Kalau dioptimalkan dengan baik, saya yakin Berau mampu mendukung program ketahanan pangan nasional,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, kelompok tani, hingga instansi terkait untuk memperkuat sinergi dalam membangun sektor pertanian.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar berbagai program yang telah berjalan mampu memberikan hasil nyata bagi kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kemandirian pangan di Berau.

Sebelumnya, saat kunjungan Kapusdiktan BPPSDMP Kementan RI, Muhammad Amin ke Kampung Buyung-Buyung, diketahui dari luasan lahan CSR yang ada masih menyisakan beberapa luasan yang belum tergarap maksimal. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini sempat menjelaskan bahwa sebagian lahan mengalami beberapa kendala, misalnya banyaknya material kayu saat pengolahan lahan. 

“Memang Berau, ada beberapa kendala juga, tetapi sejak 2025 dimulai kita terus berusaha, sehingga bisa panen perdana,” jelasnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
ketahanan pangan DPRD Berau kementerian pertanian