BERAU POST - Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyambut baik rencana pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian penting dalam mendukung program ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah.
Ia menilai keberadaan jaringan irigasi yang memadai menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, petani diharapkan dapat mengoptimalkan masa tanam dan meningkatkan hasil produksi setiap musim.
Dedy mengatakan, pembangunan maupun peningkatan jaringan irigasi harus benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Perencanaan yang telah disusun perlu disesuaikan dengan kondisi wilayah pertanian, sehingga manfaat yang dirasakan masyarakat dapat lebih maksimal.
“Harapan kami pembangunan irigasi benar-benar sesuai kebutuhan petani, sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah yang harus terus diperkuat melalui penyediaan infrastruktur pendukung.
Karena itu, pembangunan irigasi tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik semata, melainkan investasi jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan petani.
Selain itu, Dedy juga mengingatkan agar pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara profesional dan mengedepankan kualitas.
Ia menegaskan, seluruh tahapan pembangunan harus mengacu pada perencanaan yang telah disusun, agar hasil pekerjaan sesuai dengan target yang diharapkan.
Ia menilai, pengawasan terhadap pelaksanaan proyek juga menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.
Dengan demikian, jaringan irigasi yang dibangun memiliki daya tahan yang baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.
“Pekerjaan fisik harus dilaksanakan sebaik mungkin dan tetap mengacu pada perencanaan yang sudah ditetapkan,” katanya.
Dedy berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPUPR, serta seluruh pihak terkait dapat terus terjalin selama proses pembangunan berlangsung.
Menurutnya, kolaborasi tersebut akan menjadi kunci agar program peningkatan jaringan irigasi dapat berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian di Berau.
Ia optimistis, apabila pembangunan infrastruktur irigasi dilakukan dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang berkualitas, maka upaya memperkuat ketahanan pangan di Berau akan semakin optimal.
Selain meningkatkan hasil produksi pertanian, keberadaan jaringan irigasi yang baik juga diharapkan mampu memberikan kepastian pasokan air bagi petani, sehingga aktivitas pertanian dapat berlangsung lebih berkelanjutan.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 80,143 miliar pada APBD 2026 untuk melanjutkan pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat infrastruktur pendukung sektor pertanian, sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah.
Kepala DPUPR Berau, Fendra Frinawan, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan, seluruh paket pekerjaan yang telah direncanakan saat ini masih berada pada tahap persiapan.
Hingga pertengahan Juli, pelaksanaan fisik di lapangan belum dimulai karena masih menunggu proses pengadaan.
“Saat ini seluruh paket masih dalam proses lelang, sehingga pekerjaan fisik belum berjalan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP), pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi tahun ini akan dilaksanakan pada 24 titik yang tersebar di 20 kampung di Berau.
Program tersebut lebih difokuskan pada peningkatan fungsi jaringan yang telah ada dibandingkan membuka kawasan irigasi baru.
Menurut Hendra, sebagian besar pekerjaan berupa normalisasi saluran dan peningkatan kapasitas jaringan agar distribusi air menuju lahan pertanian menjadi lebih optimal. Karena itu, pelaksanaan tahun ini lebih diarahkan pada penguatan infrastruktur eksisting.
“Fokusnya normalisasi dan peningkatan kapasitas jaringan. Tahun ini belum ada penambahan daerah irigasi baru,” jelasnya.
Ia menambahkan, tidak seluruh lokasi akan langsung memasuki tahap konstruksi. Sejumlah titik masih menjalani proses penyusunan perencanaan teknis sebelum pekerjaan fisik dapat dilaksanakan.
Anggaran sebesar Rp 80,143 miliar tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan di lapangan, tetapi juga mencakup keseluruhan tahapan proyek.
Mulai dari penyusunan perencanaan, pengawasan, operasional kegiatan hingga pelaksanaan lanjutan peningkatan jaringan irigasi. (sen/sam)
Editor : Nurismi