BERAU POST – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan.
Menurutnya, pembangunan SDM yang berkualitas akan memperkuat daya saing masyarakat sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja dan peningkatan kesejahteraan.
Ia mengatakan kemiskinan merupakan persoalan yang kompleks dan tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan masyarakat.
Dampaknya juga dapat dirasakan pada berbagai sektor kehidupan, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi, akses pendidikan, kondisi kesehatan, hingga munculnya persoalan sosial lainnya.
“Penanganan kemiskinan membutuhkan peran bersama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Sutami menjelaskan, salah satu akar persoalan yang perlu dibenahi adalah kualitas SDM masyarakat. Menurutnya, peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas individu menjadi modal penting agar masyarakat mampu bersaing di dunia kerja, terutama di tengah berkembangnya investasi dan pembangunan di Kalimantan Timur.
Ia menilai masih banyak tenaga kerja lokal yang belum mampu bersaing dengan pekerja dari luar daerah karena keterbatasan kompetensi. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus segera direspons melalui berbagai program peningkatan kapasitas.
“Kalau ingin menekan kemiskinan, maka kualitas SDM harus lebih dulu diperkuat agar masyarakat memiliki daya saing,” katanya.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah memperkuat program pendidikan, pelatihan keterampilan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan SDM tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan komitmen jangka panjang dengan dukungan berbagai pihak.
Selain itu, Sutami juga meminta pemerintah menyediakan ruang pembinaan yang lebih luas melalui kerja sama dengan dunia usaha.
Perusahaan yang beroperasi di Berau dinilai dapat berkontribusi dalam mencetak tenaga kerja yang siap bersaing melalui pelatihan, magang, hingga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Ia juga menyoroti salah satu faktor yang turut memengaruhi angka kemiskinan di Berau, yakni tingginya arus masyarakat pendatang yang datang untuk mencari pekerjaan.
Namun, tidak sedikit di antaranya yang belum memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sehingga berpotensi menambah jumlah masyarakat berpenghasilan rendah.
Karena itu, Sutami berharap upaya pengentasan kemiskinan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta.
Ia menilai perusahaan juga perlu meningkatkan kontribusi sosial melalui berbagai program pemberdayaan, seperti penyediaan rumah layak huni, pelatihan keterampilan, hingga pengembangan usaha produktif bagi masyarakat.
“Dengan sinergi yang baik, peningkatan kualitas SDM akan berdampak pada berkurangnya angka kemiskinan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Berau secara berkelanjutan,” pungkasnya. (sen/hmd)
Editor : Nurismi