BERAU POST – Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, mengingatkan pemerintah daerah agar pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya difokuskan di kawasan perkotaan saja, tetapi juga menjangkau wilayah perkampungan yang hingga kini masih banyak membutuhkan peningkatan.
Menurutnya, pemerataan pembangunan jalan menjadi hal penting karena berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi hasil produksi, hingga pertumbuhan ekonomi di tingkat kampung.
Ia menilai, jalan yang layak merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Jalan di wilayah kampung sangat memengaruhi perekonomian masyarakat. Kalau kondisinya buruk, mobilitas terganggu, dan perkembangan ekonomi ikut terhambat,” ujarnya belum lama ini.
Saga mengungkapkan, masih banyak ruas jalan di sejumlah kampung yang kondisinya belum memadai. Salah satunya berada di wilayah Kecamatan Kelay yang hingga kini dinilai masih memerlukan perhatian lebih.
Ia berharap pemerintah dapat mengalokasikan anggaran secara lebih merata, agar masyarakat di wilayah pedalaman juga merasakan manfaat pembangunan infrastruktur yang setara dengan kawasan perkotaan.
Menurutnya, akses jalan yang baik akan mempermudah aktivitas masyarakat, sekaligus membuka peluang peningkatan investasi dan usaha di kampung.
Selain jalan kampung, Saga juga menyoroti kondisi jalan poros Berau–Samarinda yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Ia berharap ruas jalan tersebut mendapat perhatian serius, mengingat perannya sebagai jalur utama penghubung yang mendukung mobilitas orang dan distribusi barang.
“Kami berharap jalan poros Berau-Samarinda juga mendapat perhatian lebih serius, karena menjadi akses penting bagi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Saga meyakini pembangunan jalan yang merata akan mampu mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Dengan terbukanya akses menuju kampung-kampung, aktivitas ekonomi masyarakat diyakini akan semakin berkembang dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan.
“Kalau akses jalan semakin baik, hubungan antarwilayah akan semakin lancar, perekonomian tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau terus melakukan penanganan terhadap sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, menjaga keselamatan pengendara, sekaligus mempertahankan kondisi infrastruktur hingga mendapatkan penanganan permanen pada tahap berikutnya.
Perbaikan yang dilakukan saat ini difokuskan pada titik-titik kerusakan atau spot by spot, terutama lubang jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Penanganan dilakukan dengan metode penutupan lubang menggunakan aspal dingin agar kerusakan tidak semakin meluas dan jalan tetap dapat dilalui dengan lebih aman.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya respons cepat pemerintah terhadap keluhan masyarakat terkait kondisi jalan di sejumlah wilayah.
“TRC DPUPR Berau melaksanakan perbaikan spot by spot pada titik-titik kerusakan jalan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, perbaikan telah dilakukan di beberapa ruas jalan dengan jumlah titik kerusakan yang cukup beragam.
Di Jalan Poros Tumbit Melayu tercatat sebanyak 35 titik kerusakan yang mendapat penanganan. Kemudian di jalan belakang Pasar Sanggam Adji Dilayas terdapat empat titik perbaikan, Jalan Murjani III sebanyak lima titik, Jalan Swadaya lima titik, serta Jalan Pulau Derawan sebanyak tiga titik.
Menurut Junaidi, langkah tersebut merupakan bentuk pemeliharaan sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang, khususnya saat musim hujan yang sering mempercepat kerusakan permukaan jalan.
“Perbaikan dilakukan dengan penutupan lubang menggunakan aspal dingin agar jalan lebih nyaman dilewati,” katanya.
Selain melakukan perbaikan sementara, DPUPR Berau juga terus mengupayakan penanganan yang lebih permanen terhadap sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup berat. Saat ini berbagai usulan dan proses perencanaan perbaikan masih berjalan sesuai tahapan yang ada.
“Kami terus memperjuangkan perbaikan ruas jalan dengan penanganan permanen yang masih berproses,” tambahnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi