BERAU POST - Seluruh pemerintah kampung di Kabupaten Berau diminta membangun kemandirian ekonomi berbasis sektor pertanian dan perkebunan.
Supaya tak terus bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten dalam menjalankan pembangunan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah menilai, potensi pertanian dan perkebunan di Berau sangat besar untuk dikembangkan, agar menjadi sumber pendapatan jangka panjang bagi masyarakat kampung.
Karena itu, bantuan bibit dari pemerintah pusat maupun daerah harus dimanfaatkan secara maksimal dan dikelola secara serius.
“Jangan sampai pembangunan kampung hanya bergantung pada APBD,” ujar Arman.
Ia mengungkapkan, belum lama ini kementerian telah menyalurkan bantuan bibit strategis berupa kelapa dan kakao untuk lahan seluas 200 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah potensial di Berau.
Bantuan ini diharapkan tidak berhenti pada proses penanaman saja, melainkan mampu dikelola secara profesional dan berkelanjutan hingga menghasilkan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat.
Menurut Arman, jika program penanaman dilakukan secara optimal sejak sekarang, maka dalam kurun waktu sekitar tiga tahun mendatang, kampung-kampung di Berau sudah dapat menikmati hasil panen yang menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat maupun pemerintah kampung.
“Kalau dikelola dengan baik, tiga tahun ke depan kampung sudah punya penghasilan mandiri yang bisa menopang pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Untuk merealisasikan visi tersebut, Politikus PKB itu meminta pemerintah kampung segera menyiapkan lahan produktif yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Jika mengalami keterbatasan lahan, maka perlu kolaborasi dengan perusahaan swasta melalui skema pinjam pakai lahan.
Melalui pola kerja sama itu, perusahaan dapat menyediakan lahan sementara masyarakat kampung bertanggung jawab terhadap proses penanaman, perawatan, hingga masa panen.
“Bisa membangun kolaborasi melalui sistem pinjam pakai lahan. Perusahaan menyediakan lahannya, sementara masyarakat kampung mengelola tanamannya sampai menghasilkan,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perkebunan Berau, Mansur Tanca, mengungkapkan, pemerintah telah mengalokasikan program pengembangan perkebunan melalui dukungan anggaran yang difokuskan pada perluasan lahan tanam di wilayah potensial.
“Pengembangan perkebunan ke depan akan lebih difokuskan pada komoditas kakao dan kelapa, terutama untuk komoditas kepala di daerah pesisir,” jelasnya.
Untuk tahap awal, ia menerangkan program ini mencakup pengembangan lahan sekitar dua hektare sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan sektor perkebunan masyarakat.
Menurut Mansur, pemilihan kakao dan kelapa sebagai komoditas prioritas, didasarkan pada potensi wilayah serta perkembangan sejumlah komoditas perkebunan lainnya yang dinilai telah berjalan cukup baik.
Karena itu, pemerintah ingin mendorong percepatan pengembangan dua komoditas tersebut agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian petani. Khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir.
“Kami fokus ke kakao dan kelapa terlebih dahulu, karena beberapa komoditas lain sudah mulai berkembang,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga menargetkan adanya peningkatan produksi dan produktivitas hasil perkebunan. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai bagi para petani.
Menurutnya, penyediaan bantuan seperti bibit unggul, alat pertanian, hingga pendampingan teknis menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan program pengembangan perkebunan. Terlebih pihaknya memiliki target untuk meningkatkan produksi dan produktivitas perkebunan.
“Tentu hal itu membutuhkan dukungan sarana dan prasarana bagi para petani, dan untuk mewujudkannya diperlukan dukungan anggaran yang bersumber dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi, hingga pusat,” jelas Mansur.
Ia pun ingin sinergi antara pemerintah dan petani dapat terus terjalin dengan baik, supaya berbagai program pengembangan perkebunan yang telah direncanakan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan dukungan yang optimal, kami berharap sektor perkebunan di Berau dapat terus berkembang dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah yang mampu meningkatkan pendapatan para petani,” pungkasnya.(aky/arp)
Editor : Nurismi