BERAU POST – Anggota DPRD Berau, Sutami, menyoroti kesiapan Kabupaten Berau dalam menghadapi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026 mendatang.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan nasib para atlet yang tengah berjuang mengharumkan nama daerah.
Menurut Sutami, saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia juga bernasib sama, sedang dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran.
Namun demikian, kondisi tersebut tidak boleh berdampak pada terhambatnya pembinaan dan persiapan atlet yang telah bekerja keras menjalani latihan demi meraih prestasi.
"Memang kita sedang menghadapi kondisi efisiensi anggaran, dan itu bukan hanya terjadi di Berau, tetapi juga di banyak daerah lainnya. Namun hal itu jangan sampai menjadi alasan untuk menelantarkan para atlet kita yang saat ini sedang berjuang dan mempersiapkan diri menghadapi Porprov," tegasnya kepada Berau Post kemarin (16/6).
Diungkapkannya, DPRD Berau masih menunggu pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait untuk membahas secara khusus mengenai kesiapan dan kepastian dukungan anggaran bagi kontingen Berau pada ajang olahraga terbesar di Kalimantan Timur tersebut.
Menurut dia, pembahasan tersebut sangat penting untuk memastikan seluruh kebutuhan atlet dapat terpenuhi, mulai dari program latihan, uji tanding, hingga fasilitas pendukung lainnya.
"Kami masih menunggu RDP untuk membahas secara detail terkait persiapan Porprov. Tentunya kami ingin memastikan bahwa para atlet mendapatkan perhatian yang layak sehingga mereka dapat fokus mempersiapkan diri menghadapi pertandingan," ujarnya.
Sutami juga mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mencari alternatif pendanaan, dengan melibatkan pihak ketiga atau dunia usaha yang beroperasi di Bumi Batiwakkal.
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat menjadi solusi untuk membantu meringankan beban anggaran daerah tanpa mengurangi kualitas pembinaan atlet.
"Pemkab Berau bisa menggandeng pihak ketiga untuk ikut berkontribusi memberikan dukungan. Di sinilah pentingnya peran dunia usaha dalam menunjukkan kepedulian terhadap kemajuan olahraga daerah. Dukungan tersebut tentu akan sangat berarti bagi para atlet yang sedang mempersiapkan diri," katanya.
Ia mengaku prihatin apabila semangat dan kerja keras atlet harus terhambat hanya karena belum adanya kepastian terkait dukungan anggaran, padahal para atlet telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi membawa nama baik Kabupaten Berau di tingkat provinsi.
"Sangat disayangkan jika para atlet yang saat ini sedang berlatih keras harus terhambat akibat persoalan anggaran. Mereka berjuang untuk mengharumkan nama daerah, sehingga sudah sepatutnya mendapatkan perhatian dan dukungan penuh," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Cabor Wushu Kabupaten Berau, Simon Paranduk, mengaku bahwa saat ini para atlet masih terus mempersiapkan diri untuk menghadapi Porprov.
Menurut dia, atlet sangat serius dan terus berambisi untuk bisa tampil maksimal dan tentunya mendapatkan medali di event terbesar di Kaltim tersebut.
“Tentu kami berupaya agar para atlet bisa naik podium. Karena memang saat ini atlet sangat serius untuk belatih,” ucapnya.
Tak hanya itu saja, Simon juga berharap adanya dukungan untuk para atlet sebagai bentuk perhatian sehingga mereka bisa lebih bersemangat lagi untuk berlatih dan tentunya memberikan hasil maksimal nantinya.
“Perhatian dari Pemkab Berau juga perlu dilakukan, karena tidak bisa kita dengan adanya perhatian dari daerah menjadi ‘suplemen’ bagi atlet agar bisa lebih bersemangat,” tutupnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi