BERAU POST – Pendidikan dan lingkungan sosial dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter serta kualitas generasi muda.
Untuk itu, diperlukan sinergi berbagai pihak agar anak-anak muda di Kabupaten Berau dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan memiliki daya saing.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin. Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda tidak bisa hanya bergantung pada pendidikan formal di sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari lingkungan sosial yang sehat dan kondusif.
Ia mengatakan, generasi muda merupakan aset penting yang akan menentukan arah pembangunan daerah di masa mendatang. Karena itu, perhatian terhadap pembinaan dan pengembangan potensi mereka harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Pemuda harus diberi kesempatan dan kepercayaan untuk memimpin, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Thamrin menjelaskan, pemerintah daerah memiliki posisi strategis dalam mendukung perkembangan generasi muda melalui penyediaan program, fasilitas, dan ruang yang mampu menampung kreativitas serta gagasan positif anak muda.
Kehadiran wadah yang tepat dinilai dapat mendorong pemuda untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial, kepemudaan, hingga pembangunan daerah.
Menurutnya, banyak potensi yang dimiliki generasi muda Berau yang perlu mendapat dukungan agar dapat berkembang secara optimal.
Tanpa adanya ruang untuk menyalurkan kemampuan dan ide-ide mereka, semangat berkarya yang dimiliki pemuda dikhawatirkan akan memudar.
“Jangan sampai semangat mereka padam hanya karena tidak diberi ruang untuk berkembang,” katanya.
Selain peran pemerintah, Thamrin juga menekankan pentingnya keterlibatan lembaga pendidikan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang positif bagi anak muda. Kolaborasi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun karakter generasi penerus.
Ia menuturkan, pendidikan formal perlu dibarengi dengan pembinaan karakter yang berkelanjutan. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga dibekali nilai-nilai moral, etika, serta kepedulian sosial yang kuat.
“Lingkungan sekitar juga berperan penting dalam membentuk jati diri mereka,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap semakin banyak program yang berorientasi pada pengembangan kapasitas generasi muda, baik melalui pelatihan, kegiatan kepemudaan, maupun pemberdayaan di berbagai bidang.
Upaya tersebut diyakini dapat melahirkan pemuda yang siap menghadapi tantangan zaman sekaligus berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Karena itu, investasi terhadap pengembangan generasi muda harus terus menjadi perhatian bersama.
“Mereka adalah aset masa depan. Sudah seharusnya kita menjadi bagian dari upaya mencetak pemuda yang unggul dan berintegritas,” pungkasnya. (sen/hmd)
Editor : Nurismi