BERAU POST – Rencana Pemerintah Kabupaten Berau, menangani jalan poros di Kecamatan Maratua dengan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar mendapat dukungan dari Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga.
Namun, ia mengingatkan agar pembangunan infrastruktur di wilayah pulau terluar tersebut tidak hanya berfokus pada perbaikan jalan.
Menurutnya, masih banyak fasilitas publik dan penunjang pariwisata yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Salah satunya adalah kondisi Dermaga Payung-Payung yang dinilai perlu segera mendapatkan penanganan.
“Jangan hanya jalan saja yang diperhatikan,” ujarnya belum lama ini.
Saga menilai pembangunan infrastruktur di Maratua harus dilakukan secara menyeluruh. Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Berau, kebutuhan sarana dan prasarana pendukung menjadi faktor penting dalam meningkatkan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang datang ke pulau tersebut.
Ia mengatakan, keberadaan jalan yang baik memang menjadi kebutuhan dasar bagi mobilitas warga. Namun di sisi lain, fasilitas pendukung seperti dermaga memiliki peran yang tidak kalah penting mengingat akses transportasi laut masih menjadi andalan masyarakat di kawasan kepulauan.
“Dermaga Payung-Payung juga perlu mendapat perhatian karena kondisinya rusak,” katanya.
Menurut Saga, perbaikan dermaga akan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat setempat, baik untuk kebutuhan transportasi, distribusi barang maupun mendukung sektor pariwisata yang terus berkembang di Maratua.
Selain dermaga, ia juga meminta pemerintah daerah memperhatikan berbagai sarana dan prasarana penunjang wisata lainnya.
Dengan status Maratua sebagai salah satu destinasi wisata andalan Kalimantan Timur, fasilitas yang memadai dinilai menjadi syarat penting untuk menjaga daya tarik kawasan tersebut.
“Sarana dan prasarana penunjang wisata juga harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Saga menambahkan, pembangunan yang terintegrasi akan memberikan manfaat lebih besar dibandingkan jika hanya berfokus pada satu sektor.
Menurutnya, peningkatan kualitas infrastruktur dasar perlu berjalan beriringan dengan penguatan fasilitas pendukung agar dampaknya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menyusun prioritas pembangunan yang mempertimbangkan kebutuhan riil di lapangan.
Dengan demikian, anggaran yang dialokasikan tidak hanya mampu memperbaiki akses jalan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan publik dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.
“Maratua merupakan wajah pariwisata Berau. Karena itu seluruh infrastruktur pendukungnya harus menjadi perhatian bersama,” tandasnya.
Dengan berbagai kebutuhan yang masih ada, Saga berharap pembangunan di Maratua ke depan dapat dilakukan secara komprehensif sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi pulau tersebut sebagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau.
Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan peninjauan sejumlah ruas jalan di Pulau Maratua yang mengalami kerusakan.
Hasil peninjauan tersebut akan menjadi dasar pengusulan program rehabilitasi jalan melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026 hingga Anggaran Murni Tahun 2027.
Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati Berau untuk memastikan kondisi infrastruktur jalan di salah satu destinasi wisata unggulan daerah tersebut tetap terjaga dan mampu mendukung mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap jalan penghubung Kampung Bohe Silian, Kampung Payung-Payung, Kampung Teluk Harapan hingga Kampung Teluk Alulu sepanjang kurang lebih 32 kilometer.
Selain itu, tim juga meninjau ruas jalan samping bandara menuju Kampung Payung-Payung sepanjang 700 meter serta jalan dari Kampung Payung-Payung menuju Teluk Pea sepanjang 700 meter.
“Peninjauan dilakukan sesuai arahan ibu bupati,” ujarnya Minggu (7/6).
Dari hasil pemeriksaan lapangan, ruas jalan poros yang menghubungkan sejumlah kampung di Pulau Maratua secara umum masih berada dalam kondisi baik.
Tingkat kemantapan jalan tersebut diperkirakan mencapai 95 persen dengan kondisi lapisan aspal yang masih layak digunakan.
Meski demikian, pihaknya menemukan beberapa titik yang memerlukan penanganan berupa pembersihan bahu jalan dan perbaikan kerusakan ringan.
“Kami menemukan sekitar enam titik lubang pada ruas jalan poros,” katanya. (sen/hmd)
Editor : Nurismi