Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Rentetan Kasus Orang Hilang di Berau Berakhir Selamat: DPRD Warning Keras Pekerja Hutan

Nurismi • Kamis, 4 Juni 2026 | 18:00 WIB
Anggota DPRD Berau,Thamrin. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
Anggota DPRD Berau,Thamrin. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Maraknya kasus orang hilang yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Berau dalam beberapa waktu terakhir mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin.

Ia menilai fenomena tersebut tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa, dan harus menjadi bahan evaluasi bersama agar kasus serupa tidak terus berulang.

Menurut Thamrin, dirinya beberapa kali menerima informasi terkait warga yang dilaporkan hilang saat beraktivitas di kawasan hutan maupun perairan laut Berau.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aspek keselamatan saat bekerja ataupun beraktivitas di lapangan.

“Beberapa pekan terakhir kita mendengar adanya beberapa kasus warga hilang, baik saat berada di hutan maupun ketika melaut. Ini tentu harus menjadi perhatian serius bersama agar kejadian serupa bisa diminimalisasi,” ujarnya belum lama ini.

Ia menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Oleh sebab itu, pemerintah daerah melalui instansi terkait diharapkan dapat lebih gencar memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya prosedur keselamatan sebelum beraktivitas di daerah yang memiliki risiko tinggi.

“Kami berharap instansi terkait dapat terus memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat. Langkah pencegahan jauh lebih baik dibandingkan harus melakukan pencarian saat kejadian sudah terjadi,” katanya.

Thamrin juga mengingatkan warga yang bekerja sebagai pencari gaharu, pemburu, petani hutan, maupun nelayan agar selalu memperhatikan faktor keselamatan dan tidak mengabaikan risiko yang ada.

Menurutnya, kondisi alam Berau yang didominasi kawasan hutan dan perairan luas memang memiliki tantangan tersendiri yang perlu diantisipasi.

Sementara Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Disdamkarmat Berau, Moch Nur Alimi Zain, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas seorang diri, terutama saat memasuki kawasan hutan maupun saat melaut.

Menurutnya, risiko kecelakaan, tersesat, hingga hilang akan semakin besar apabila seseorang beraktivitas tanpa rekan yang dapat memberikan bantuan ketika terjadi kondisi darurat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak pergi sendirian, khususnya saat masuk hutan. Minimal berangkat dalam kelompok kecil dua hingga tiga orang sehingga bisa saling membantu apabila terjadi sesuatu,” jelasnya.

Nur Alimi menerangkan, aktivitas seperti mencari gaharu, berburu, maupun bekerja di kawasan hutan memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi.

Selain medan yang berat, minimnya akses komunikasi dan perubahan cuaca yang tidak menentu sering menjadi kendala dalam proses pencarian korban hilang.

Selain itu, para nelayan juga diminta untuk selalu membawa alat komunikasi saat melaut. Keberadaan perangkat komunikasi dinilai sangat penting karena dapat mempercepat koordinasi dan proses pencarian apabila terjadi keadaan darurat di tengah laut.

“Kalau melaut jangan lupa membawa alat komunikasi. Itu sangat penting karena ketika terjadi sesuatu, tim lebih mudah melakukan pencarian melalui komunikasi tersebut,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir tim penyelamat beberapa kali terlibat dalam operasi pencarian warga hilang, baik di kawasan hutan maupun perairan Berau.

Di antaranya kasus warga yang hilang di kawasan hutan Meraang serta nelayan yang sempat dinyatakan hilang di laut.

Beruntung, kedua peristiwa tersebut berakhir baik setelah korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur penyelamat, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat. Meski demikian, Nur Alimi berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Ia meminta masyarakat lebih waspada dengan mempersiapkan perlengkapan yang memadai sebelum berangkat beraktivitas, seperti membawa bekal yang cukup, alat penerangan, perlengkapan navigasi sederhana, hingga memastikan keluarga mengetahui lokasi tujuan.

“Kita tidak bisa melarang masyarakat bekerja karena itu untuk mencari nafkah keluarga. Namun keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama. Persiapan yang matang dapat mengurangi risiko dan mempermudah proses pencarian jika terjadi keadaan darurat,” tegasnya.

Disdamkarmat Berau sendiri terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak dalam setiap operasi penyelamatan dan evakuasi. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan penanganan keadaan darurat dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya keselamatan saat beraktivitas di lapangan. Jangan menganggap sepele karena kondisi di hutan maupun laut bisa berubah sewaktu-waktu,” pungkasnya. (aky/sam)

Editor : Nurismi
#kasus orang hilang #DPRD Berau