Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Telan Anggaran Rp10 Miliar, Pasang Videotron Wisata Berau di Luar Daerah Dikritik DPRD

Nurismi • Minggu, 17 Mei 2026 | 08:55 WIB
DAYA TARIK: Keindahan Pulau Maratua menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan, namun disayangkan jaringan internet masih sering lelet. (BERAU POST)
DAYA TARIK: Keindahan Pulau Maratua menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan, namun disayangkan jaringan internet masih sering lelet. (BERAU POST)

BERAU POST - Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Pasarian Mangunsong, angkat bicara mengenai anggaran promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mencapai Rp 10.774.500.000.

Angka fantastis tersebut, dinilai Rudi kurang pas jika seluruhnya digunakan untuk pembayaran vidiotron dan promosi di luar Berau. Menurutnya, angka tersebut, bisa digunakan untuk kebutuhan lain, dalam mendongkrak pariwisata.

“Kami mendukung, tapi perlu ada sinegritas semua OPD,” paparnya, Jumat (15/5).

Rudi menilai, selain promosi, juga harus berimbang dengan sarana dan prasarana. Termasuk jaringan seluler, khususnya di destinasi wisata harus maksimal. Terlebih saat wisatawan meningkat.

“Wisatan live streaming, itu kan promosi gratis,” ujarnya.

Ia mengatakan, Komisi II mendukung apa yang dilakukan Disbudpar dalam memajukan pariwisata Bumi Batiwakkal. Namun jangan sampai, promosi besar-besaran tapi pendapatan asli daerah (PAD) untuk Berau minim. 

“Banyak hal yang menjadi PR, bukan hanya sekadar promosi,” tuturnya.

Politikus Partai PDI Perjuangan ini menambahkan, saat wisatawan membludak datang, Berau masih kurang fasilitas di destinasi wisata, seperti tempat tinggal, akhirnya menginap di rumah warga, di tempat ibadah, bikin tenda, bahkan menginap di tenda. 

“Ini harusnya bisa jadi cerminan,” tegasnya.

Ia menilai, kemajuan pariwisata harus didukung sarana dan prasarana yang memadai. Ia mencontohkan, Bidukbiduk, Pulau Derawan dan Maratua, jika musim libur, banyak wisatawan tidak dapat tempat menginap.

“Untuk pembangunan home stay. Itu contoh yang bisa dijadikan rujukan,” jelasnya.

Rudi menjelaskan, Berau bikin vidiotron di Surabaya dan Yogyakarta, atau kota besar. Apakah semua orang bisa menyaksikan saat berada di bandara. Pertanyaan tersebut menjadi stigma, jika pengunaan vidiotron dinilai kuranb tepat.

“Tidak semua aktifitas di bandara, apalagi orang yang baru datang dan ingin berangkat. Tentu tidak fokus,” tambahnya.

Rudi berharap, anggaran tersebut bisa dialihkan ke perbaikan internet. Ini pasti akan lebih bagus. Lebih lanjut, ia menyampaikan, boleh promosi di vidiotron, tapi jangan dijadikan prioritas. Bisa dijadikan buku, kerjasama dengan maskapai, di kereta, bus pariwisata, bahkan ditravel, atau dibuatkan buku saku. 

“Itu lebih bermanfaat,” tuturnya.

“Slogan Berau berani keluar dari zona nyaman tambang. Tentu pariwisata akan digenjot,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Disbudpar Berau, Yuda Budi Santosa mengatakan, setelah melihat angka tersebut, dirinya terus pelajari. Ia akui, promosi tersebut sebagian telah berjalan. Mengingat tahun 2026 sudah nyaris memasuki semester pertama.

“Kami akan evaluasi,” tuturnya.

Ia menyatakan, jika telah dievaluasinya, akan disampaikan juga ke publik, terkait promosi ini ke depannya. 

Disinggung mengenai, apakah jumlah tersebut terlalu besar atau tidak, Yuda mengatakan, dirinya tidak bisa menilai, apakah terlalu besar atau tidak. Menurutnya, hal tersebut relatif, tergantung maksud dan tujuan yang ingin dicapai, termasuk sarana dan prasarana yang digunakan. 

“Anggaran tersebut diketuk, saya belum di Disbudpar,” jelasnya.

Diakuinya, memang ada cara lain untuk promosi wisata, dirinya ingin sinergikan antara budaya dan pariwisata, ia akui saat ini belum padu. Oleh karena itu ke depan, pihaknya ingin memadukan budaya dan pariwisata. 

Ia menilai, dengan perpaduan tersebut, akan menghidupkan kelompok seni budaya yang ada di Berau, jadi mereka juga dirangkul dan bisa punya wadah. 

“Selain itu, akan menghidupkan UMKM yang ada. Semua terlibat,” terangnya. (hmd)

Editor : Nurismi
#promosi pariwisata #DPRD Berau