Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Waspada Penyelundupan, Ketua DPRD Berau Desak Pengetatan Jalur Laut Rute Tawau-Tarakan-Berau

Nurismi • Selasa, 5 Mei 2026 | 07:30 WIB
ILUSTRASI: Jalur laut dianggap rawan penyelundupan, sehingga dinilai perlu pengetatan dalam pengawasan. 
ILUSTRASI: Jalur laut dianggap rawan penyelundupan, sehingga dinilai perlu pengetatan dalam pengawasan. 

BERAU POST – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto meminta instansi terkait untuk meningkatkan jalur laut. Pasalnya, jalur tersebut dinilai masih minim pengawasan.

Diketahui, aktivitas transportasi laut yang terus meningkat dinilai harus diimbangi dengan sistem keamanan yang lebih maksimal.

Menurutnya, jalur pelayaran seperti rute Tanjung Redeb–Tarakan menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian serius. “Pengawasan harus diperketat, baik saat keberangkatan maupun kedatangan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, jalur laut kerap dimanfaatkan sebagai akses distribusi barang ilegal, karena mobilitas yang tinggi dan pengawasan yang belum maksimal di sejumlah titik.

“Kalau lengah, jalur ini bisa jadi pintu masuk barang ilegal,” ujarnya.

Dedet sapaan akrabnya, menyebut jalur dari luar negeri melalui Tawau menuju Tarakan hingga masuk ke Berau menjadi salah satu lintasan yang rawan dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.

Aparat kepolisian dan instansi terkait diminta meningkatkan pengamanan langsung di pelabuhan dan titik strategis lainnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam memperkuat pengawasan, baik dari aparat penegak hukum maupun OPD terkait agar pengamanan berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus terlibat,” katanya.

Selain pengawasan personel, pihaknya juga mendorong peningkatan fasilitas keamanan di pelabuhan, seperti alat pemindai barang dan penguatan pos penjagaan.

“Fasilitas harus mendukung agar potensi penyelundupan bisa dicegah sejak awal,” jelasnya.

Ia mengingatkan, lemahnya pengawasan bukan hanya berdampak pada keamanan daerah, tetapi juga bisa memicu persoalan sosial yang lebih luas di masyarakat.

“Ini harus jadi perhatian bersama demi menjaga Berau tetap aman,” pungkasnya. (hmd/adv/arp) 


 

Editor : Nurismi
#pengamanan jalur laut #DPRD Berau #barang ilegal