BERAU POST – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Makmur HAPK, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) ke-4 Nomor 5 Tahun 2022 tentang Perencanaan Induk Pembangunan Kepariwisataan Kalimantan Timur.
Kegiatan tersebut digelar di kawasan Jalan Manunggal RT 9, Kecamatan Sambaliung, dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, Makmur menegaskan bahwa kemajuan sektor pariwisata tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah semata.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam mendorong lahirnya destinasi wisata yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, sosialisasi perda ini bukan hanya sekadar memperkenalkan regulasi kepada masyarakat, namun juga menjadi sarana edukasi publik agar warga memahami peran strategis mereka dalam mendukung pembangunan pariwisata, khususnya di Kabupaten Berau yang memiliki kekayaan alam melimpah.
“Pariwisata tidak bisa berkembang sendiri. Harus ada kolaborasi dari semua pihak. Masyarakat bukan hanya penonton, tetapi aktor penting dalam pembangunan sektor wisata,” tegas Makmur.
Mantan bupati Berau periode 2005-2015 tersebut menjelaskan, pembangunan pariwisata modern harus dilakukan melalui pendekatan pentahelix, yakni sinergi antara lima unsur penting, meliputi pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
Menurutnya, apabila lima elemen tersebut berjalan seiring, maka akan tercipta ekosistem pariwisata yang kuat dan saling mendukung, mulai dari promosi, peningkatan kualitas layanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Makmur juga menekankan pentingnya masyarakat memahami karakter serta kebutuhan wisatawan. Pelayanan yang baik, keramahan warga, kebersihan lingkungan, serta suasana yang aman dan nyaman, dinilai menjadi kunci utama dalam membangun citra positif destinasi wisata.
“Wisatawan datang bukan hanya melihat keindahan alam, tetapi juga merasakan pengalaman selama berada di daerah tujuan. Kalau masyarakat ramah dan lingkungannya bersih, mereka pasti ingin datang kembali,” ujarnya.
Selain itu, Makmur kembali mengingatkan pentingnya penerapan konsep Sapta Pesona sebagai identitas setiap kawasan wisata.
Tujuh unsur tersebut meliputi aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Menurutnya, konsep tersebut harus terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat sekitar destinasi wisata agar daya tarik daerah semakin kuat.
“Lingkungan yang bersih, masyarakat yang ramah, dan suasana yang tenteram adalah kunci utama. Itulah yang membuat wisatawan betah dan ingin kembali,” katanya.
Ia menambahkan, jika Sapta Pesona dijalankan secara konsisten, maka dampaknya tidak hanya pada meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Dalam sosialisasi itu, Makmur turut menyoroti posisi strategis Kabupaten Berau yang memiliki sederet destinasi kelas dunia, seperti Kepulauan Derawan, Maratua, hingga Bidukbiduk. Dengan potensi tersebut, ia optimistis Berau mampu menjadi pintu gerbang wisata bahari dan alam unggulan di Kalimantan Timur.
“Dengan branding yang kuat, infrastruktur yang memadai, dan masyarakat yang siap, Berau bisa menjadi pusat wisata alam dan bahari yang membanggakan,” ucapnya.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari warga yang hadir. Salah satu peserta, Saptari mengapresiasi langkah Makmur HAPK yang dinilai mampu membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya keterlibatan warga dalam membangun citra pariwisata daerah.
“Kegiatan seperti ini sangat baik. Harusnya pemerintah daerah, khususnya OPD terkait, juga rutin melakukan sosialisasi serupa,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar kegiatan penyuluhan diperluas hingga ke wilayah pesisir seperti Kecamatan Maratua dan Bidukbiduk, yang selama ini menjadi andalan wisata bahari Berau.
“Masyarakat pesisir juga perlu memahami betapa pentingnya peran mereka dalam mempertahankan daya tarik wisata daerah,” pungkasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi