BERAU POST – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Makmur HAPK kembali melaksanakan Sosialisasi dan Penyebarluasan Peraturan Daerah (Sosper) di Kampung Bena Baru, Kecamatan Sambaliung.
Kegiatan ini mengangkat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan sebagai fokus utama pembahasan.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari penggiat pariwisata lokal seperti Anwar, hingga Anggota DPRD Berau, Gideon Andris, serta puluhan warga yang antusias mengikuti jalannya sosialisasi.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah provinsi, dalam memastikan arah pembangunan pariwisata di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Disampaikan Makmur, regulasi ini tidak hanya menjadi pedoman, tetapi juga sebagai pendorong agar potensi wisata yang ada dapat dikelola secara optimal.
“Berau memiliki potensi wisata yang luar biasa dan sudah dikenal secara luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ucapnya.
“Karena itu, pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan menjadi kunci agar manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia menekankan, Perda Nomor 5 Tahun 2019 hadir untuk memberikan arah strategis dalam pembangunan sektor pariwisata, mulai dari pengembangan destinasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan promosi dan investasi.
“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan setiap daerah mampu mengembangkan potensi wisatanya secara terintegrasi dan berdaya saing,” tutupnya.
Sementara itu, Anwar sebagai penggiat pariwisata menyambut positif pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap regulasi sangat penting, agar pengembangan sektor pariwisata tidak berjalan secara sporadis, melainkan terarah sesuai kebijakan pemerintah.
Ia juga menilai kesiapan daerah dalam mengelola sektor pariwisata menjadi semakin krusial, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara yang diproyeksikan akan membawa dampak besar terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Kalimantan Timur, termasuk Kabupaten Berau.
“Ini penting agar kita siap memanfaatkan peluang, khususnya dengan kehadiran IKN yang tentu akan meningkatkan arus kunjungan ke daerah,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat semakin kuat dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah.
“Berau sebagai salah satu destinasi unggulan pun diharapkan mampu terus berbenah dan tampil sebagai daerah wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga profesional dalam pengelolaannya,” pungkasnya (aky/arp)
Editor : Nurismi