BERAU POST – Program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu direspons positif Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin.
Ia menilai program tersebut sebagai langkah strategis dalam membuka akses pendidikan bagi kelompok rentan.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi peluang bagi anak-anak yang selama ini terkendala ekonomi agar tetap bisa mengenyam pendidikan. “Saya kira ini program yang bagus untuk membantu anak-anak yang perlu perhatian,” ujarnya, Senin (6/4)
Namun demikian, ia menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam pelaksanaan program tersebut. Thamrin meminta agar Dinas Sosial dapat melakukan pendataan secara cermat, khususnya terhadap masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan 2.
“Data harus benar-benar diperhatikan, terutama masyarakat di desil satu dan dua yang berhak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada anak-anak yang seharusnya mendapatkan manfaat program tersebut justru terlewat.
Menurutnya, pengawasan dan validasi data menjadi kunci utama agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Jangan sampai ada anak yang seharusnya sekolah di sana malah luput dari perhatian,” katanya.
Lebih lanjut Thamrin menyebut, meskipun Sekolah Rakyat belum tersedia di Kabupaten Berau, peluang untuk mengikutsertakan anak-anak ke daerah lain seperti Samarinda harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Kalau belum bisa dibangun di Berau, bisa diikutkan ke Samarinda,” lanjutnya.
Ia berharap, melalui program ini anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak. Selain itu, pendidikan dinilai menjadi salah satu cara untuk memutus rantai kemiskinan.
“Harapannya mereka bisa mendapat pendidikan layak dan mengubah jalan hidupnya,” tukasnya.
Sebelumnya, Dinas Sosial Kabupaten Berau terus berupaya memastikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap terpenuhi.
Salah satunya melalui program Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari kelompok desil 1 dan 2.
Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, mengungkapkan bahwa hingga 2025 lalu, pihaknya telah mengirim sebanyak 11 anak untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Kota Samarinda. “Kini memasuki semester dua,” ujarnya belum lama ini.
Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut terdiri atas tiga siswa tingkat sekolah dasar dan delapan siswa tingkat menengah atas yang bersekolah di SMA Negeri 16 Samarinda.
Program ini menjadi solusi sementara karena Kabupaten Berau belum memiliki Sekolah Rakyat sendiri. (sen/sam)
Editor : Nurismi