BERAU POST – Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman menyoroti masih minimnya fasilitas di destinasi wisata. Ramainya pengunjung di momen libur Idulfitri, dinilai menjadi “cerminan” untuk peningkatan sarana dan prasarana.
Dikatakannya, wisatawan banyak mengeluh soal kamar ganti hingga jaringan internet yang “lumpuh”. Padahal seharusnya, wisatawan bisa dimanjakan dengan fasilitas yang memadai.
“Ke depannya wajib ada perbaikan,” tegasnya.
Ia menyebut, dengan ribuan pengunjung ke destinasi wisata, menjadi daya tarik tersendiri bagi pendapatan asli daerah (PAD) Berau.
Karena itu, perlu peningkatan fasilitas penunjang. Dengan tujuan agar wisatawan tidak hanya datang karena penasaran atau sekadarnya saja.
Melainkan sebagai tuan yang baik, memberikan kesan yang indah dan wisatawan kembali berkunjung.
“Janganlah buat wisatawan kapok datang,” imbuhnya.
Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, baik dari perhubungan maupun pariwisata. Supaya sinkronisasi program bupati Berau bisa berjalan.
Selama ini ia menilai, banyak program bupati yang kurang dijalankan maksimal oleh OPD, dengan alasan terkendala anggaran. Padahal menurutnya bisa memanfaatkan pihak ketiga.
“Perumahan bisa membantu untuk menyulap rumah warga menjadi home stay, kami lihat, banyak pengunjung tidak memiliki wadah menginap,” katanya.
Dengan koordinasi yang baik, dan program berjalan, ia meyakini ke depan Berau akan menjadi tujuan wisata di Kaltim. Masyarakat mendapatkan keuntungan ekonomi, dan Berau mendapat PAD.
“Jadi sama-sama jalan, antarpemerintah dan warga,” ucapnya.
Pemasangan rambu lalu lintas juga menurut Sakirman sangat penting. Mengingat jalur menuju ke Bidukbiduk cukup ramai dilewati mobil dan motor wisatawan, terlebih banyak permukiman di kawasan tersebut.
“Jadi wisatawan tahu, berapa batas kecepatan maksimal, tidak menimbulkan laka lantas,” tutupnya. (hmd/adv/arp)
Editor : Nurismi