BERAU POST – Keberadaan ambulans di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), dinilai belum sepenuhnya didukung dengan fasilitas penunjang yang memadai.
Hal itu menjadi perhatian Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, yang menyoroti kondisi sejumlah ambulans yang masih diparkir di area terbuka tanpa perlindungan yang layak.
Menurutnya, kendaraan layanan darurat tersebut merupakan salah satu aset vital dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat.
Karena itu, keberadaannya tidak hanya perlu diperhatikan dari sisi pengadaan, tetapi juga dari aspek perawatan dan perlindungannya agar dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Ia menilai masih ada puskesmas yang belum memiliki fasilitas parkir khusus bagi ambulans. Akibatnya, kendaraan tersebut harus terparkir di halaman terbuka dan terpapar langsung oleh panas matahari maupun hujan setiap hari.
“Ambulans itu kendaraan penting untuk pelayanan kesehatan,” tuturnya.
“Sayang sekali kalau hanya dibiarkan di luar tanpa tempat parkir yang layak,” lanjutnya beberapa waktu lalu.
Lanjutnya, persoalan ini sebenarnya pernah disampaikan dalam forum perencanaan pembangunan daerah sebelumnya.
Ia mengaku sempat mengusulkan agar pembangunan tempat parkir atau garasi ambulans dimasukkan dalam rencana pembangunan fasilitas kesehatan.
Menurutnya, fasilitas sederhana seperti kanopi atau garasi tidak memerlukan anggaran besar, namun manfaatnya cukup signifikan untuk menjaga kondisi kendaraan tetap prima.
“Rasanya di Musrenbang tahun lalu sudah pernah usulkan tempat parkir ambulans di puskesmas. Karena kalau dibiarkan seperti itu, tentu kendaraan akan cepat rusak,” katanya.
Ia menjelaskan, paparan cuaca secara terus-menerus dapat mempercepat penurunan kualitas kendaraan.
Komponen kendaraan, baik bagian luar maupun mesin, berpotensi mengalami kerusakan lebih cepat jika tidak mendapatkan perlindungan yang memadai.
Selain itu, kondisi tersebut juga bisa berdampak pada meningkatnya biaya perawatan di kemudian hari. Padahal, ambulans yang rusak atau tidak siap digunakan dapat menghambat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat.
“Kalau hujan ya kehujanan, kalau panas ya kepanasan. Bagaimana perawatannya kalau terus seperti itu? Kita memang bisa membeli ambulans baru, tapi kalau tidak dirawat tentu tidak akan bertahan lama,” jelasnya.
Ia menegaskan, perhatian terhadap fasilitas kesehatan seharusnya tidak berhenti pada pengadaan kendaraan saja.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan adanya sistem pemeliharaan yang baik terhadap seluruh aset kesehatan yang telah dibeli menggunakan anggaran daerah.
Ia berharap dinas terkait, khususnya Dinas Kesehatan, dapat kembali mengevaluasi kebutuhan dasar di puskesmas, termasuk penyediaan tempat parkir ambulans yang layak.
Dengan adanya fasilitas penyimpanan yang memadai, ia meyakini kondisi ambulans dapat lebih terjaga sehingga selalu siap digunakan saat terjadi keadaan darurat di masyarakat.
“Hal-hal kecil seperti ini sering kali luput dari perhatian, padahal dampaknya cukup besar. Kalau ambulans terawat dengan baik, pelayanan kesehatan juga bisa berjalan lebih maksimal,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Puskesmas Kampung Bugis, dr Datik Yuli, menyampaikan bahwa di puskesmas yang dipimpinnya fasilitas penunjang untuk ambulans saat ini sudah tersedia.
“Alhamdulillah untuk saat ini sudah ada tempat parkir khusus untuk ambulans,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain menyediakan area parkir khusus, pihaknya juga rutin melakukan perawatan kendaraan agar tetap dalam kondisi siap digunakan saat dibutuhkan masyarakat.
“Perawatan mesin seperti ganti oli dan pengecekan kendaraan juga dilakukan secara berkala,” jelasnya.
Menurutnya, perawatan rutin tersebut penting dilakukan agar ambulans selalu dalam kondisi prima ketika digunakan untuk pelayanan kesehatan maupun penanganan kondisi darurat. (aja/sam)
Editor : Nurismi