Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kasus Asusila Anak di Berau Meningkat, DPRD Ingatkan Pelaku Seringkali Orang Terdekat

Beraupost • Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:05 WIB

Anggota DPRD Berau, Elita Herlina.
Anggota DPRD Berau, Elita Herlina.

BERAU POST – Meningkatnya kasus asusila terhadap anak di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius kalangan legislatif.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menilai perlu ada langkah pencegahan yang lebih kuat melalui edukasi kepada anak maupun lingkungan keluarga.

Menurut Elita, berbagai kasus yang terjadi menunjukkan bahwa anak-anak masih rentan menjadi korban kekerasan seksual.

Kondisi ini tidak lepas dari minimnya pemahaman anak mengenai batasan tubuh serta kemampuan mengenali situasi yang berpotensi membahayakan.

“Banyak anak tidak memahami batasan tubuhnya dan tidak tahu bagaimana bersikap ketika berada dalam situasi berbahaya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pelaku kekerasan seksual terhadap anak tidak jarang berasal dari lingkungan yang justru dekat dengan korban.

Situasi tersebut sering membuat anak berada dalam tekanan atau ancaman sehingga kesulitan untuk melapor atau mencari pertolongan.

“Sering kali pelaku berasal dari lingkungan terdekat korban. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Elita menegaskan bahwa dampak dari kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek.

Trauma yang dialami korban dapat memengaruhi kondisi psikologis mereka dalam jangka panjang, bahkan hingga dewasa.

 Trauma tersebut dapat berdampak pada perkembangan emosional, rasa percaya diri, hingga kemampuan anak dalam membangun relasi sosial di masa depan.

Karena itu, ia menilai upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama semua pihak.

Dalam hal ini, peran keluarga dinilai sangat penting sebagai benteng pertama perlindungan anak.

Orang tua diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, termasuk dalam memberikan pemahaman tentang perlindungan diri.

Menurutnya, masih ada anggapan di sebagian masyarakat bahwa pendidikan seksual merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan di dalam keluarga.

Padahal, pemahaman dasar tentang tubuh dan batasan diri justru penting agar anak mampu mengenali potensi ancaman.

“Orang tua harus berani memberikan pemahaman kepada anak tentang perlindungan diri sejak dini,” katanya.

Selain keluarga, lembaga pendidikan juga dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada anak terkait pencegahan kekerasan seksual.

Lingkungan sekolah dapat menjadi ruang aman bagi anak untuk mendapatkan pengetahuan serta dukungan jika menghadapi situasi yang tidak nyaman.

Elita juga mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara keluarga, sekolah, dan pemerintah daerah dalam upaya perlindungan anak.

Kerja sama lintas sektor tersebut dinilai penting agar upaya pencegahan dan penanganan kasus dapat berjalan lebih efektif.

“Kita berharap dengan kerja sama semua pihak, angka kasus asusila terhadap anak bisa ditekan,” tuturnya.

Ia berharap berbagai langkah pencegahan yang dilakukan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak di Kabupaten Berau.

Dengan demikian, generasi muda dapat tumbuh dan berkembang secara sehat, baik secara fisik maupun psikologis.

“Kita ingin anak-anak Berau tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terlindungi,” tandasnya. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
#kekerasan seksual #perempuan #Ingatkan #anak #DPRD Berau