Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Pemandu Wisata Berau Wajib Punya Sertifikat Nasional, DPRD: Pengalaman Saja Tidak Cukup!

Beraupost • Jumat, 6 Maret 2026 | 07:30 WIB

PERKUAT PARIWISATA: Legislatif Berau mendorong sertifikasi pramuwisata untuk mendukung proyeksi pariwisata di Berau. (BERAU POST)
PERKUAT PARIWISATA: Legislatif Berau mendorong sertifikasi pramuwisata untuk mendukung proyeksi pariwisata di Berau. (BERAU POST)

BERAU POST – Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menegaskan bahwa program pelatihan dan sertifikasi pramuwisata tidak boleh terfokus di wilayah perkotaan saja.

Pemerataan akses peningkatan kompetensi menjadi kunci agar seluruh pemandu wisata memiliki standar yang sama dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“Peningkatan kompetensi pemandu wisata merupakan bagian penting dari strategi penguatan SDM pariwisata,” ujarnya.

Menurut Gideon, sektor pariwisata Berau terus menunjukkan perkembangan signifikan. Namun, pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan kualitas pelayanan yang profesional.

Keberadaan pramuwisata yang kompeten dan tersertifikasi dianggap sebagai elemen vital dalam menjaga citra daerah sebagai destinasi unggulan.

“Sertifikasi menjadi indikator profesionalisme. Para pemandu tidak hanya bermodal pengalaman,” tuturnya.

Ia menilai, sertifikasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bukti pengakuan atas kompetensi yang telah memenuhi standar nasional. Dengan begitu, wisatawan memperoleh jaminan pelayanan yang berkualitas, aman, dan informatif selama berada di Berau.

Gideon juga memberikan apresiasi terhadap langkah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau yang telah menggandeng lembaga sertifikasi resmi dalam pelaksanaan pelatihan dan uji kompetensi.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pelaksanaan program tidak terpusat di Tanjung Redeb atau wilayah daratan utama.

Justru, kata dia, potensi wisata terbesar Berau berada di kawasan pesisir dan kepulauan seperti Pulau Derawan, Pulau Maratua, dan Pulau Sangalaki.

“Jangan hanya fokus di perkotaan. Potensi wisata terbesar kita ada di daerah pesisir dan kepulauan,” tegasnya.

Di wilayah tersebut, peran pramuwisata sangat strategis. Mereka menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi, edukasi, sekaligus menjaga citra destinasi di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

Lebih lanjut, Gideon menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui pendampingan yang konsisten serta sinergi lintas sektor.

Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, dan organisasi profesi seperti Himpunan Pramuwisata Indonesia agar pembinaan berjalan terarah.

Menurutnya, sinergi tersebut akan membuka kesempatan yang setara bagi seluruh pramuwisata di Berau untuk mengembangkan kompetensi, memahami standar keselamatan, serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami berharap program ini menjadi bagian dari rencana besar pembangunan pariwisata daerah,” pungkasnya.

Dengan dukungan kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada peningkatan kualitas SDM, DPRD optimistis Berau mampu membangun ekosistem pariwisata yang profesional, kompetitif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
#pemandu wisata #sertifikasi #pariwisata #DPRD Berau