BERAU POST – DPRD Berau mendorong optimalisasi sektor perikanan dan pertanian di Kecamatan Tabalar sebagai penggerak utama ekonomi kampung.
Langkah tersebut dinilai strategis untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat kemandirian desa.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menyebut, Tabalar memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan beragam.
Mulai dari perikanan tangkap dan budidaya, lahan persawahan, hingga perkebunan rakyat yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi warga.
Menurutnya, potensi tersebut merupakan kekuatan riil yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Karena itu, pengembangan ekonomi tidak harus selalu bergantung pada investasi besar, melainkan bisa dimulai dari penguatan sektor yang sudah berjalan turun-temurun.
Ia menilai, selama ini hasil perikanan dan pertanian di Tabalar sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah.
Padahal, apabila dikelola dan diolah lebih lanjut, produk tersebut berpeluang memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Untuk itu, dirinya mendorong perusahaan daerah (Perusda) serta para pemangku kepentingan agar lebih aktif mengambil peran.
Dukungan yang dimaksud mencakup pembukaan akses pemasaran, pendampingan produksi, hingga pengolahan hasil.
“Kalau dikelola dengan baik, hasil perikanan dan pertanian tidak hanya dijual mentah, tapi bisa diolah sehingga nilai ekonominya meningkat,” katanya kemarin (26/2).
Selain penguatan sektor produksi, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi perhatian.
Pelatihan, pendampingan teknologi pertanian dan perikanan, serta penguatan kelembagaan ekonomi desa dinilai penting, agar masyarakat mampu mengembangkan usaha secara mandiri.
Ia optimistis, sinergi antara potensi alam dan kesiapan SDM dapat mendorong percepatan peningkatan status kampung di Tabalar.
Dari kampung berkembang, diharapkan naik menjadi kampung mandiri dalam beberapa tahun ke depan.
“Dengan sumber daya alam dan SDM yang ada, kami optimistis wilayah ini bisa terus maju,” pungkasnya. (aja/sam)
Editor : Nurismi