BERAU POST – Anggota Komisi II, DPRD Berau, Sakirman memberi perhatian lebih terhadap banyaknya kasus serangan buaya di Bumi Batiwakkal -sebutan Kabupaten Berau.
Sakirman mengaku kerap kali menerima laporan adanya warga yang diserang buaya. Terbaru, ada warga di Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, nyaris kehilangan nyawa akibat diterkam buaya saat mencuci motor di halaman rumahnya saat banjir.
“Sudah membahayakan. Memang harus segera ada penanganan,” katanya, Kamis (26/2).
Kondisi ini, kata dia, memicu keresahan di tengah masyarakat. Ia menilai pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah konkret agar konflik tidak semakin meluas.
Di sisi lain, ia juga mengakui, buaya merupakan satwa dilindungi dan bagian dari ekosistem alami di wilayah sungai dan pesisir Berau.
Tetapi, perlu juga ada keseimbangan antara upaya konservasi dan perlindungan keselamatan warga.
“Perlu juga kajian populasi, pemetaan titik rawan, hingga opsi relokasi atau penangkaran perlu dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang. Kalau perlu buat penangkaran sendiri,” jelasnya.
Tak hanya itu, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai.
Pemasangan rambu peringatan, sosialisasi aktivitas aman di sekitar perairan, pengawasan jalur kemunculan buaya, serta sistem pelaporan cepat menjadi langkah mitigasi yang dinilai mendesak.
Ia berharap koordinasi lintas sektor segera dilakukan agar penanganan konflik manusia dan satwa liar dapat berjalan terukur. “Keselamatan masyarakat, harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (hmd/adv/arp)
Editor : Nurismi