BERAU POST – Kasus pencurian tembaga yang melibatkan anak di bawah umur, menjadi perhatian serius Anggota DPRD Berau, Sutami.
Diketahui, para pelaku yang mayoritas masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu, nekat mencuri tembaga di belakang rumah korban, sesaat setelah waktu magrib tiba.
Sutami menilai, keterlibatan anak-anak usia sekolah dalam tindak pidana menjadi alarm serius bagi semua pihak.
Terlebih, peran keluarga dan lingkungan sangat menentukan dalam membentuk karakter serta perilaku anak.
“Anak-anak yang seharusnya fokus belajar dan membangun masa depan, justru terlibat dalam tindakan melanggar hukum. Ini memprihatinkan,” katanya, Kamis (26/2)
“Kita tidak bisa hanya menyalahkan mereka, tapi harus melihat akar persoalannya,” sambungnya.
Menurutnya, pengawasan orang tua harus lebih diperketat, terutama pada jam-jam rawan di luar aktivitas sekolah.
“Kami juga mendorong sekolah agar memperkuat pendidikan karakter, dan pembinaan moral kepada siswa,” terangnya.
Sutami menambahkan, pemerintah daerah melalui dinas terkait, perlu menghadirkan program pembinaan yang lebih masif bagi remaja.
Termasuk kegiatan positif yang mampu menyalurkan energi dan kreativitas mereka.
Jangan sampai lanjut dia, anak-anak tersebut kehilangan arah. Makanya, perlu ada pembinaan, bukan hanya penindakan.
“Jika masih di bawah umur, pendekatannya harus lebih kepada edukasi dan pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya,” tegasnya.
Ia berharap, kasus ini menjadi momentum evaluasi bersama. Baik bagi orang tua, sekolah, maupun pemerintah, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di Kabupaten Berau.
“Anak-anak adalah generasi penerus. Tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan membimbing mereka menjadi lebih baik,” pungkasnya. (hmd/adv/arp)
Editor : Nurismi