BERAU POST – Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata dinilai Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, tidak harus ditempuh dengan menaikkan tarif pajak dan retribusi.
Dia mendorong pemerintah daerah lebih fokus mengoptimalkan potensi yang sudah ada, melalui peningkatan aktivitas wisata serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
Menurutnya, langkah yang lebih realistis dan berdampak jangka panjang adalah memperbanyak agenda atau event yang mampu menarik wisatawan datang ke Kabupaten Berau.
Kehadiran event berskala besar tentunya dapat mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, kuliner, hingga jasa transportasi.
Dampaknya, penerimaan pajak dan retribusi daerah juga akan meningkat seiring tingginya aktivitas ekonomi.
“Penyelenggaraan event di kawasan destinasi wisata menjadi langkah efektif untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah tanpa harus membebani masyarakat,” ujarnya diwawancara kemarin (23/2).
Ia menegaskan, orientasi pemerintah daerah seharusnya bukan pada kenaikan tarif, melainkan pada peningkatan optimalisasi penerimaan.
Dengan semakin banyak wisatawan yang datang dan beraktivitas, penerimaan dari sektor pajak hotel, restoran, hingga retribusi objek wisata akan bertambah secara alami.
“Yang perlu ditingkatkan itu optimalisasi penerimaan, bukan menaikkan tarif. Kalau aktivitas wisata meningkat, otomatis retribusi dan pajak juga ikut bertambah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sumadi menyebut agenda yang digelar tidak cukup hanya pada skala kabupaten. Pemerintah daerah perlu berani membidik kegiatan tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional agar daya tarik Berau semakin luas.
"Dengan menghadirkan kegiatan berskala besar, promosi daerah akan berjalan seiring dengan pelaksanaan event tersebut," ucapnya.
Langkah ini juga sebut dia, sekaligus memperkuat citra Berau sebagai destinasi wisata unggulan.
Ketika daerah rutin menjadi tuan rumah berbagai kegiatan, nama Berau akan semakin dikenal dan berpotensi menarik kunjungan wisatawan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Sumadi juga menyoroti pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam mendukung pengembangan pariwisata.
Ia berpandangan, pembiayaan kegiatan tidak harus sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Berau dapat dilibatkan melalui pola kemitraan maupun program tanggung jawab sosial.
“Kolaborasi tersebut akan membantu menghadirkan event berkualitas sekaligus mengurangi beban anggaran pemerintah daerah,” katanya.
Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha akan menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, Berau dinilai memiliki kesiapan untuk menampung peningkatan jumlah wisatawan apabila agenda wisata digelar secara rutin dan terencana.
Dirinya berharap pemerintah daerah dapat lebih agresif dalam menyusun strategi pengembangan pariwisata.
"Selain memperbanyak agenda kegiatan, promosi daerah juga perlu diperkuat agar potensi wisata Berau semakin dikenal luas," tegasnya.
Ia optimistis, jika sektor pariwisata dikelola secara maksimal tanpa membebani masyarakat dengan kenaikan tarif, pertumbuhan ekonomi daerah akan terdorong dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahterasn masyarakat Berau.
Komitmen mendorong peningkatan PAD dari sektor pariwisata juga ditegaskan Bupati Berau Sri Juniarsih.
Ia menilai pariwisata layak menjadi tumpuan ekonomi baru daerah apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Kabupaten Berau memiliki modal besar untuk menjadikan sektor ini sebagai andalan. Kekayaan alam yang dimiliki, ditambah keragaman budaya yang masih terjaga, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Potensi tersebut kata dia, tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa arah, tetapi harus dikelola dengan perencanaan yang matang.
“Kita harus mengelola potensi yang kita miliki dengan sebaik mungkin. Tempat-tempat wisata memang sangat diminati para wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujarnya.
Apalagi sektor pariwisata Berau mencakup berbagai potensi, mulai dari wisata alam, wisata budaya hingga wisata kuliner.
Seluruh potensi tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan. Namun, pengembangan itu harus diiringi dengan upaya optimalisasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Berau memiliki komitmen kuat menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan daerah.
Komitmen tersebut tidak hanya sebatas wacana, tetapi diwujudkan melalui berbagai langkah pengembangan dan promosi yang terus dilakukan.
"Pemkab Berau juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, dukungan dari Pemprov Kaltim turut menjadi bagian penting dalam memperkuat pengembangan sektor ini," pungkasnya. (aja/sam)
Editor : Nurismi