BERAU POST - Anggota DPRD Kabupaten Berau, Sutami, melaksanakan kegiatan reses di wilayah pesisir.
Dengan menyambangi tiga kecamatan, yakni Talisayan, Batu Putih dan Bidukbiduk Kegiatan penyerapan aspirasi itu digelar di empat titik, meliputi Kampung Sumber Mulya, Tembudan, Pantai Harapan, dan Eka Sapta.
Di titik pertama, Kampung Sumber Mulya, warga menyampaikan persoalan tapal batas kampung yang belum tuntas antara Sumber Mulya dan Biatan Ilir.
Persoalan tersebut disebut telah berlangsung belasan hingga puluhan tahun dan berdampak pada lahan pertanian warga yang mayoritas menanam jagung.
“Tapal batas ini sudah lama belum selesai dan lahan kami makin menyempit,” ujar salah satu perwakilan warga.
Warga mengeluhkan pembukaan lahan sawit oleh pihak luar yang dinilai memperkecil area tanam jagung.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan jalan usaha tani guna mendukung program ketahanan pangan, mengingat Sumber Mulya dikenal sebagai sentra penghasil jagung. Permintaan bantuan bibit jagung dan padi turut disampaikan.
Tak hanya itu, para ibu rumah tangga menanyakan realisasi pembukaan Dapur MBG di Kecamatan Talisayan.
Mereka berharap program tersebut segera berjalan untuk membantu kebutuhan anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah.
“Kami sangat berharap dapur MBG segera dibuka,” ucap warga.
Usulan pelatihan menjahit dan tata boga, serta kebutuhan rumah ibadah dan TPA juga menjadi perhatian dalam dialog tersebut.
Di Kampung Tembudan, aspirasi serupa kembali mengemuka. Warga meminta pembangunan gedung TPA khusus dewasa dan lansia, bantuan profil tank atau tandon air, jalan usaha tani, serta penerangan jalan umum.
Dua kelompok warga juga mengajukan bantuan ternak sapi untuk mendukung ekonomi keluarga.
“Ibu-ibu berharap MBG jangan hanya di kota, kampung juga butuh,” kata perwakilan warga.
Sementara itu, di Kampung Pantai Harapan, persoalan infrastruktur dan lingkungan mendominasi pembahasan.
Warga meminta peningkatan jalan dua jalur di sisi darat permukiman akibat abrasi pantai yang semakin mengkhawatirkan.
Pembangunan gorong-gorong di RT 004 juga diusulkan untuk mengatasi genangan air saat hujan yang kerap menyebabkan banjir di jalan utama menuju Bidukbiduk.
Selain itu, masyarakat meminta bantuan pupuk sawit, mesin untuk nelayan, hingga rehab total TPA anak.
Aspirasi lain yang cukup mengemuka adalah permintaan pembangunan rumah singgah atau mess di ibu kota kabupaten, Tanjung Redeb, guna membantu warga pesisir yang memiliki urusan atau keluarga sakit.
“Kami kesulitan biaya penginapan saat ke Tanjung Redeb,” ungkap warga.
Warga juga menyoroti regulasi penggunaan dana RT yang dinilai terlalu rumit. Sementara para siswa SMA mempertanyakan belum dibukanya Dapur MBG di Bidukbiduk.
Di titik terakhir, Kampung Eka Sapta, usulan berfokus pada kebutuhan PJU, jalan usaha tani, peningkatan jalan aspal permukiman, serta sistem drainase.
Sutami menyatakan seluruh aspirasi akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD bersama pemerintah daerah.
Ia menegaskan reses menjadi sarana penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat pesisir mendapat perhatian serius dalam perencanaan pembangunan daerah. (sen/hmd)
Editor : Nurismi