Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sinergi Alam dan Budaya, Makmur HAPK Yakin Pariwisata Berau Bisa Jadi Tulang Punggung Ekonomi Kaltim

Beraupost • Rabu, 11 Februari 2026 | 18:45 WIB
SOSIALISASI: Anggota DPRD Kaltim Makmur HAPK saat melakukan Sosialisasi dan Penyebarluasan Perda Nomor 5 Tahun 2019 tentang Perencanaan Induk Pembangunan Kepariwisataan Kaltim. (ARTA KUSUMA Y/BP)
SOSIALISASI: Anggota DPRD Kaltim Makmur HAPK saat melakukan Sosialisasi dan Penyebarluasan Perda Nomor 5 Tahun 2019 tentang Perencanaan Induk Pembangunan Kepariwisataan Kaltim. (ARTA KUSUMA Y/BP)

BERAU POST  – Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2019 tentang Perencanaan Induk Pembangunan Kepariwisataan Kalimantan Timur kembali disosialisasikan Anggota DPRD Kalimantan Timur, Makmur HAPK.

Kegiatan sosialisasi yang digelar di Jalan Cempaka, Tanjung Redeb, ini turut dihadiri penggiat kepariwisataan Anwar, Anggota DPRD Berau Gideon Andris, serta masyarakat dari berbagai kalangan yang tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan.

Dalam pemaparannya, Makmur menerangkan, pembangunan sektor pariwisata tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan aktif masyarakat.

Sebab, keberhasilan pariwisata sangat bergantung pada kesadaran kolektif dan kolaborasi semua elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat lokal, pelaku usaha, komunitas, akademisi, hingga media.

“Pariwisata tidak bisa dibangun hanya oleh pemerintah. Semua elemen harus terlibat dan saling bersinergi. Masyarakat lokal justru menjadi kunci utama karena mereka adalah tuan rumah bagi para wisatawan,” tegas Makmur.

Ia menjelaskan, pendekatan kolaboratif tersebut dikenal dengan konsep pentahelix, yakni strategi pembangunan pariwisata yang melibatkan lima unsur utama, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.

Konsep ini dinilai efektif dalam menciptakan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Pariwisata itu bukan sekadar promosi destinasi, tetapi bagaimana menciptakan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan. Jika masyarakat terlibat aktif, maka wisatawan akan merasa nyaman dan ingin kembali lagi,” ujarnya.

Selain itu, Makmur juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Sapta Pesona dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya di kawasan destinasi wisata.

Sapta Pesona mencakup unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan yang menurutnya harus menjadi budaya bersama.

“Lingkungan yang bersih, tertata, serta masyarakat yang ramah akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Ini bukan hanya soal pariwisata, tetapi juga investasi sosial yang dampaknya besar bagi ekonomi lokal,” paparnya.

Sebagai mantan Bupati Berau dua periode, Makmur mengaku sangat memahami potensi alam dan budaya yang dimiliki Kabupaten Berau.

Terlebih Berau sebagai salah satu daerah strategis di Kalimantan Timur yang memiliki kekayaan wisata alam dan budaya yang luar biasa.

“Berau ini memiliki potensi yang sangat lengkap. Selain keindahan pulau-pulau dan wisata bahari yang sudah dikenal luas, keberagaman suku dan budaya juga menjadi kekuatan besar yang bisa terus disinergikan dalam setiap kegiatan pariwisata,” tuturnya.

Sementara itu, penggiat pariwisata Anwar yang turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menambahkan Kabupaten Berau tidak hanya kaya akan objek wisata alam, tetapi juga memiliki kekayaan budaya dan peninggalan sejarah yang patut dilestarikan.

Menurutnya, aspek budaya sering kali belum digarap secara maksimal, padahal memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya wisatawan yang tertarik pada nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal.

“Peninggalan leluhur dan budaya kita jangan sampai dilupakan. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan untuk datang dan mengenal lebih jauh nilai budaya yang dimiliki Berau,” jelas Anwar.

Ia menegaskan pengembangan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah dan penggiat wisata semata, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat sebagai pelaku langsung di lapangan.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi seperti ini, diharapkan masyarakat semakin memahami arah kebijakan pembangunan pariwisata, sekaligus terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga, mengelola, dan mempromosikan potensi wisata di daerahnya masing-masing.(aky/arp)

Editor : Nurismi
#makmur hapk #sosialisasi #pariwisata #perda