Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

DPRD Berau Soroti Wisata Kampung: Kelembagaan BUMK Kunci Utama Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Beraupost • Selasa, 2 Desember 2025 | 15:35 WIB
KUNJUNGAN: Potensi wisata di Kabupaten Berau cukup menjanjikan. (BERAU POST)
KUNJUNGAN: Potensi wisata di Kabupaten Berau cukup menjanjikan. (BERAU POST)

BERAU POST – Pengembangan wisata kampung kembali menjadi sorotan DPRD Berau.

Anggota Komisi I, Nurung, menilai sektor pariwisata berbasis kampung memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat jika dikelola secara terarah melalui lembaga kampung yang kuat.

Ia menilai banyak kampung di Berau memiliki potensi alam hingga budaya yang layak dikembangkan sebagai destinasi wisata yang bernilai jual.

Menurutnya, penguatan kapasitas lembaga kampung menjadi pondasi agar pengelolaan objek wisata dapat berjalan profesional.

Keberadaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dan program pemerintah pusat lainnya disebut penting untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Dengan dukungan kelembagaan yang memadai, ia percaya pengembangan wisata mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan bagi warga.

Pada sisi lain, pengembangan sektor ini dinilai bukan hanya soal menambah pemasukan, tetapi juga berpotensi melahirkan ragam usaha baru, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, homestay, hingga jasa transportasi lokal.

Karena itu, pemerintah daerah diminta lebih aktif memberikan pendampingan agar kampung mampu menyusun perencanaan yang matang serta memahami skema pengembangan potensi wisata yang sesuai karakter wilayah masing-masing.

“Kita mau potensi itu dimanfaatkan dengan maksimal menjadi peningkatan kesejahteraan disana,” ujarnya.

Nurung menekankan bahwa penguatan wisata kampung juga harus selaras dengan dokumen perencanaan daerah.

Ia mendorong pemerintah memasukkan program terkait wisata kampung ke dalam RPJMD maupun dokumen perencanaan kampung seperti Perubahan Anggaran Kampung (PAK).

Integrasi tersebut dinilai penting agar keberlanjutan pembangunan lebih terjamin dan tidak hanya bergantung pada inisiatif jangka pendek.

Ia juga menilai kemandirian kampung akan semakin terlihat ketika masyarakat terlibat langsung dalam pengelolaan wisata.

Pemberdayaan warga dianggap sebagai fondasi agar kampung dapat mengelola potensi secara mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan luar.

Menurutnya, ketika masyarakat memahami manfaat ekonomi dari wisata kampung, partisipasi mereka akan meningkat dan mendorong perkembangan lebih cepat.

“Kalau potensi itu dikelola secara matang, kampung kita harap bisa mandiri nantinya,” paparnya.

Nurung menambahkan bahwa kampung dengan potensi wisata yang dikelola secara konsisten dapat berkembang menjadi destinasi yang berdaya saing dan memberi nilai tambah bagi perekonomian keluarga.

Ia berharap seluruh kampung dengan potensi wisata dapat memperkuat kelembagaannya agar mampu mengoptimalkan potensi tersebut menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
#pariwisata #Kelola #Kabupaten Berau #wisata