BERAU POST- Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, kembali mengingatkan seluruh kepala kampung agar berhati-hati dalam menggunakan Alokasi Dana Kampung (ADK).
Ia menegaskan, setiap rupiah yang dikelola harus sesuai dengan aturan dan peruntukannya, karena dana tersebut bersumber dari uang rakyat.
Menurut Dedy, pengelolaan ADK wajib dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat kampung.
“Jangan main-main dengan uang rakyat, penggunaan ADK harus sesuai peruntukannya,” tegasnya.
Dirinya menilai, praktik penyimpangan dalam pengelolaan ADK bukan hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi negara dan masyarakat kampung.
Ia mengingatkan, DPRD tidak akan tinggal diam apabila menemukan adanya pelanggaran atau indikasi penyalahgunaan anggaran.
“Sudah beberapa kali terjadi kasus, sehingga tidak bisa ditoleransi,” ujarnya.
Dedy menyebut, ADK seharusnya menjadi motor penggerak pembangunan di kampung.
Karena itu, seluruh pihak yang terlibat, mulai dari aparat kampung hingga dinas teknis harus memastikan anggaran digunakan sesuai tujuan.
Ia juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) lebih aktif dalam memberikan pendampingan, pembinaan, serta pengawasan kepada aparatur kampung agar tidak salah langkah dalam mengelola dana tersebut.
“Transparansi dan partisipasi masyarakat adalah kunci,” terangnya.
Ia pun mendorong masyarakat agar turut berperan dalam mengawasi penggunaan ADK di wilayah masing-masing.
Dengan keterlibatan publik, diharapkan pengelolaan dana desa dapat lebih terbuka dan akuntabel, serta meminimalisasikan potensi penyimpangan.
Lebih lanjut, Dedy menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam mengawal setiap tahap penggunaan ADK.
Ia berharap tidak ada lagi kasus penyalahgunaan dana kampung yang dapat mencoreng upaya pemerintah membangun daerah dari tingkat paling bawah.
“Kalau semua pihak mengawal bersama, tata kelola pemerintahan kampung bisa lebih bersih dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Melalui pengawasan ketat dan kesadaran bersama, Dedy optimistis pengelolaan ADK di Kabupaten Berau dapat berjalan lebih baik dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat kampung. (sen/sam)
Editor : Nurismi