BERAU POST – Anggota DPRD Kaltim, Makmur menggelar Sosialisasi Perda (Sosper) nomor 5 tahun 2019 tentang Perencanaan Induk Pembangunan Kepariwisataan Kalimantan Timur.
Makmur kembali mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat sebagai pondasi utama pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi ini tidak sekadar memperkenalkan produk hukum, tetapi lebih jauh menjadi forum edukasi publik tentang peran strategis masyarakat dalam mendukung sektor pariwisata, terutama di daerah-daerah dengan potensi alam luar biasa seperti Kabupaten Berau.
Dalam pemaparannya, Makmur menjelaskan bahwa pembangunan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Dibutuhkan keterlibatan aktif semua pihak dengan pendekatan pentahelix, yang melibatkan lima unsur yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
“Pariwisata tidak bisa berkembang sendiri. Harus ada kolaborasi. Masyarakat bukan hanya penonton, tapi bagian penting dari aktor pembangunan pariwisata,” tegas Makmur.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemahaman masyarakat terhadap karakter dan kebutuhan wisatawan akan menciptakan pelayanan yang lebih ramah, sopan, dan menyenangkan, yang pada akhirnya membangun citra positif destinasi wisata.
Mantan Bupati Berau dua periode ini juga mengangkat kembali konsep Sapta Pesona sebagai nilai dasar dalam pengembangan kepariwisataan.
Tujuh unsur penting—aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan—harus menjadi karakter melekat dalam setiap destinasi.
“Lingkungan yang bersih, masyarakat yang ramah, dan suasana tenteram adalah kunci utama. Itulah yang membuat wisatawan betah dan ingin kembali,” ujarnya.
Menurutnya, jika diterapkan secara konsisten, Sapta Pesona akan mampu menarik kunjungan wisatawan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Makmur tak lupa menyoroti posisi strategis Kabupaten Berau, yang dikenal memiliki kekayaan alam seperti Kepulauan Derawan, Maratua, hingga Bidukbiduk.
Menurutnya, jika dikelola dengan baik, Berau memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penopang utama sektor pariwisata di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kita harus optimistis. Dengan branding yang kuat, infrastruktur yang mendukung, dan masyarakat yang siap, Berau bisa menjadi pintu gerbang wisata alam dan bahari bagi IKN,” kata dia.
Sosialisasi ini pun disambut positif oleh masyarakat. Salah satu warga yang hadir, Gunawan, mengapresiasi kegiatan yang dinilainya sangat bermanfaat dalam membuka wawasan masyarakat terkait pentingnya peran aktif dalam sektor pariwisata.
“Kegiatan seperti ini sangat baik. Harusnya pemerintah daerah, khususnya OPD terkait, juga rutin melakukan sosialisasi serupa,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya memperluas jangkauan sosialisasi ke daerah pesisir seperti Kecamatan Maratua dan Bidukbiduk, yang merupakan wilayah dengan objek wisata unggulan di Berau.
“Masyarakat di wilayah pesisir juga harus paham pentingnya peran mereka dalam membangun citra pariwisata daerah,” tambahnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi